Polemik Sponsor ARTJOG 2026: Seniman Desak Transparansi Usai Insiden Pembukaan

Perwakilan Koalisi ARTJOKES, Wispi, menyebut aksi pelemparan cat itu merupakan bentuk protes atas ruang kebudayaan yang dianggap kurang demokratis.

21 Juni 2026, 10:41 WIB

Yogyakarta -Ajang seni rupa kontemporer ARTJOG 2026 yang baru saja dibuka kini tengah diramaikan oleh polemik. Sebuah kelompok yang menamakan diri Koalisi ARTJOKES bersama sejumlah pekerja seni mendesak penyelenggara untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada publik.

Tuntutan ini muncul menyusul insiden pada Jumat malam (19/6) di Jogja National Museum (JNM), di mana seorang performer melempar cat merah ke arah karya seniman Roby Dwi Antono.

Aksi tersebut menjadi puncak dari keresahan seniman terkait dugaan praktik artwashing serta keterlibatan yayasan tertentu dalam perhelatan seni terbesar di Indonesia ini.

Perwakilan Koalisi ARTJOKES, Wispi, menyebut aksi pelemparan cat itu merupakan bentuk protes atas ruang kebudayaan yang dianggap kurang demokratis.

Ia menyayangkan langkah manajemen ARTJOG yang menghapus logo serta identitas sponsor setelah polemik memanas. Menurutnya, tindakan tersebut terkesan sebagai langkah panik dan tidak transparan.

“Harapan kami ada keterbukaan. Ketika melibatkan lembaga apa pun, harus dibuka secara transparan kepada masyarakat seni. Yang terjadi justru menjadi blunder karena logo dan foto baru diturunkan setelah polemik mencuat,” ujar Wispi dalam konferensi pers di LBH Yogyakarta, Sabtu (20/6).

Senada dengan itu, perwakilan ARTJOKES lainnya, Lorca, menegaskan bahwa mereka hadir untuk memastikan seni tidak hanya menjadi alat bagi kepentingan pihak tertentu. Bagi mereka, permintaan maaf yang dituntut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat luas atas praktik yang terjadi selama acara.

### Kondisi Performer dan Tanggapan Penyelenggara

Terkait kondisi *performer* yang sempat diamankan pihak keamanan di lokasi, Nana dari Forum Cik di Tiro menyinggung adanya dugaan tindakan kekerasan saat proses pengamanan. Meski demikian, pihak koalisi menyerahkan langkah hukum sepenuhnya kepada sang *performer* yang kini sedang menenangkan diri.

Menanggapi gejolak ini, Head of Curator ARTJOG 2026, Bambang “Toko” Witjaksono, menyatakan pihaknya menghormati segala bentuk kritik yang masuk.

Bambang menjelaskan dukungan yang diterima ARTJOG tahun ini memiliki mekanisme akuntabilitas yang jelas.

Untuk meredam situasi, pihak penyelenggara akhirnya memutuskan agar pihak yayasan yang sempat tercantum dalam materi publikasi tidak hadir dalam pembukaan.

ARTJOG menghormati berbagai komentar dan postingan yang muncul. Setelah berbincang, akhirnya diputuskan untuk tidak hadir,” tandas Bambang. ***

Berita Lainnya

Terkini