Denpasar – Bank Indonesia kembali menegaskan komitmennya mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali lewat digitalisasi.
Hal ini tercermin dalam Kick-Off Bali Digital Innovation Festival (Baligivation) 2026 yang digelar di Prime Plaza Sanur, 28 April 2026.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Bali melalui Penguatan Digitalisasi dan Sinergi”, acara ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat fondasi ekonomi Pulau Dewata.
Baligivation 2026 dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran pimpinan daerah, PPATK, Polda Bali, perbankan, akademisi, hingga mahasiswa.
Dalam sambutannya, Koster menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi agar Bali tidak hanya bergantung pada pariwisata.
Ia menyoroti peran digitalisasi dalam mengatasi tantangan struktural seperti sampah dan kemacetan, serta penertiban money changer ilegal yang berpotensi merusak citra pariwisata Bali.
Deputi PPATK, Dr. Fithriadi, menambahkan, industri penukaran valuta asing (KUPVA BB) memiliki peran vital bagi wisatawan mancanegara, namun juga rawan disalahgunakan untuk pencucian uang.
Karena itu, penguatan kebijakan APU PPT dan sinergi dengan Bank Indonesia serta aparat hukum menjadi kunci menjaga integritas sektor ini.
Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, turut menegaskan transformasi digital adalah keniscayaan, sekaligus mendukung penataan KUPVA BB demi pariwisata yang sehat.
Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menjelaskan Baligivation tahun ini menghadirkan berbagai program baru, seperti Pasar Rakyat Bali Go Digital, Banjar Pintar, serta business matching bagi inovator digital.
Semua diarahkan untuk memperluas literasi, mempercepat digitalisasi, dan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif serta berdaya saing.
Rangkaian Baligivation akan berlangsung hingga November 2026, dengan agenda roadshow, seminar, talkshow inspiratif, hingga kompetisi e-sport dan konten digital.
Puncaknya, Baligivation akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Bali Digital Festival 2026.
Bank Indonesia mengajak seluruh masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah untuk terlibat aktif, demi mewujudkan Bali sebagai Pulau Digital dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. ***

