BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Sepekan Mendatang

18 Oktober 2020, 19:57 WIB

Jakarta – Aktivitas La Nina dan MJO dapat berkontribusi signifikan
terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia sehingga BMKG
memprakirakan dalam periode sepekan ke depan akan terjadi peningkatan curah
hujan dengan intensitas lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

BMKG sebelumnya telah merilis informasi yang menyatakan bahwa saat ini tengah
terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang
(moderate).

Pemantauan BMKG terhadap indikator laut dan atmosfer menunjukkan suhu
permukaan laut mendingin -0.5C hingga -1.5C selama 7 dasarian terakhir (70
hari), diikuti oleh dominasi aliran zonal angin timuran yang merepresentasikan
penguatan angin pasat.

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto mengungkapkan, bagi Indonesia, La Nina yang
terjadi pada periode awal musim hujan ini berpotensi meningkatkan jumlah curah
hujan di sebagian besar wilayah.

“Dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara
spasial maupun temporal, bergantung pada: musim/bulan, wilayah, dan kekuatan
La Nina sendiri,” ungkapnya dalam rilis, Minggu (18/10/2020).

Selain pengaruh sirkulasi angin monsun dan anomali iklim di Samudera Pasifik,
penguatan curah hujan di Indonesia juga turut dipengaruhi oleh penjalaran
gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur berupa gelombang MJO (Madden
Julian Oscillation ) dan Kelvin, atau dari timur ke barat berupa gelombang
Rossby.

Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya aktivitas
MJO di atas wilayah Indonesia, yang merupakan kluster/kumpulan awan berpotensi
hujan.

Dijelaskan, aktivitas La Nina dan MJO pada saat yang bersamaan ini dapat
berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan
ke depan akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat dapat
disertai kilat/petir dan angin kencang.

Untuk periode 18 – 24 Oktober 2020 dampak MJO berpotensi terjadi di wilayah
Aceh, Sumatera Utara Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan,
Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,
DI Yogyakarta, Jawa Timur Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat,
Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah,Kalimantan Selatan,
Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku
Utara, Papua Barat dan Papua.

Pihaknya menghimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak
yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor,
banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.
(rhm)

Artikel Lainnya

Terkini