Surabaya – Di tengah polarisasi sosial, disrupsi teknologi, krisis etika publik, dan merosotnya kualitas ruang dialog kebangsaan, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Timur menyerukan kebangkitan kaum intelektual untuk kembali memimpin arah peradaban bangsa.
Seruan ini mengemuka dalam Muswil ICMI Jawa Timur 2026 yang digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, dengan tema “Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif.”
Acara diawali dengan Seminar Nasional yang mempertemukan akademisi, pemimpin daerah, tokoh agama, dan cendekiawan lintas iman, menjadikannya ruang dialog yang menyatukan ilmu pengetahuan, nilai kebangsaan, dan komitmen bersama untuk mencari solusi atas tantangan bangsa.
Prof. Arief Satria, Ketua ICMI Pusat sekaligus Kepala BRIN, menegaskan bangsa Indonesia pernah kehilangan rasionalitas ilmu akibat kolonialisme.
“Ilmu pengetahuan kehilangan maknanya bila hanya berhenti di ruang akademik. Ilmu harus menjadi kekuatan yang membebaskan manusia dari kemiskinan, ketidakadilan, dan kebodohan,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Dr. Daniel Rohi, Ketua PIKI Jatim, mengingatkan akar konflik sosial sering kali muncul dari eksklusivisme yang menutup ruang dialog.
Kehadiran tokoh lintas agama dalam forum ini, menurutnya, adalah bukti nyata peradaban hanya bisa dibangun melalui keterbukaan, penghormatan, dan kerja sama.
Agenda Muswil kemudian berlanjut dengan laporan pertanggung jawaban kepengurusan periode 2021–2026, perumusan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan, serta pemilihan Ketua Umum ICMI Jawa Timur periode 2026–2031.
Melalui Muswil ini, ICMI Jawa Timur meneguhkan komitmennya untuk mengembalikan marwah kaum intelektual sebagai penjaga akal sehat bangsa, penuntun arah peradaban, dan penggerak transformasi sosial.
Di tengah derasnya arus disrupsi, Indonesia membutuhkan intelektual yang cerdas juga berintegritas, inklusif, berani menyuarakan kebenaran, dan mengabdikan ilmu bagi kemajuan bangsa.
“Peradaban tidak lahir dari kekuasaan semata, tetapi dari keberanian intelektual yang mengabdikan ilmu bagi kemanusiaan.”
Pernyataan ini menjadi semangat utama Muswil ICMI Jawa Timur 2026 : organisasi cendekiawan adalah wadah berhimpun dan kekuatan moral serta intelektual yang mampu menjadi suluh bangsa dalam menghadapi tantangan zaman.***

