Ubah Limbah Jadi Rupiah, Mahasiswa KKN UGM Ajak Petani di Songan Kintamani Bikin Eco Enzyme

Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 turun memberikan pelatihan Desa Songan Bangli tentang cara menyulap limbah organik menjadi Eco Enzyme yang bermanfaat bagi lahan pertanian

5 Juli 2026, 17:11 WIB

Bangli – Limbah pertanian yang biasanya hanya menumpuk dan terbuang kini punya nilai baru di Desa Songan, Kintamani, Bangli.

Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 turun langsung memberikan pelatihan cara menyulap limbah organik menjadi Eco Enzyme yang bermanfaat bagi lahan pertanian.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini menyasar Kelompok Tani Bangun Merta.

Para petani diajak memanfaatkan sisa daun bawang, kulit bawang, potongan buah, hingga bumbu dapur yang tidak terpakai untuk diolah menjadi produk ramah lingkungan.

Hasilnya? Tidak main-main. Dari bahan-bahan “sampah” tersebut, para petani belajar membuat Pupuk Organik Cair (POC), kompos, hingga fungisida alami.

Inovasi ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus menekan biaya produksi petani.

Dipandu langsung oleh dosen dari Universitas Warmadewa (Unwar), Gede Sutapa, para peserta terlihat sangat antusias mengikuti praktik pembuatan produk ramah lingkungan tersebut.

“Limbah yang selama ini dianggap tidak berharga, sebenarnya punya potensi besar untuk mendukung sektor pertanian dan punya nilai ekonomi,” ujar Gede Sutapa di sela-sela kegiatan.

Apresiasi tinggi datang dari Ketua Kelompok Tani Bangun Merta, I Putu Gede.

Ia mengaku pelatihan ini membuka mata para petani bahwa hasil sampingan dari pertanian mereka selama ini bisa dioptimalkan.

“Ini wawasan baru bagi kami. Selama ini limbah seperti kulit bawang dan daun bawang sisa panen belum kami manfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.

Para petani berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sekali saja. Mereka ingin pendampingan berlanjut agar produktivitas lahan bisa meningkat dengan biaya yang lebih hemat.

Melalui kolaborasi antara KKN-PPM UGM, Kagama Bali, dan akademisi, program ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan pertanian yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan tentunya membawa dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Songan. ***

Berita Lainnya

Terkini