Makan Bergizi Gratis Bakal Pakai Kantin Sekolah? Ini Kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Kemendikdasmen telah menyiapkan panduan integrasi pendidikan karakter melalui aktivitas makan bergizi, yang menjadi bagian dari tujuh kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

5 Juli 2026, 19:21 WIB

Yogyakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi salah satu program prioritas pemerintah masih terus dimatangkan. Salah satu hal yang tengah ramai dibahas adalah rencana pelibatan kantin sekolah dalam proses distribusinya.

Namun, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan, skema ini belum diputuskan secara final.

Saat ditemui di Yogyakarta, Minggu (5/7/2026), Mu’ti menjelaskan, pihaknya masih terus berkoordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencari skema terbaik agar program ini bisa berjalan mulus di lapangan.

“Belum ada keputusan final. Kami masih menyusun berbagai skenario kebijakan agar program MBG ini berjalan sebaik-baiknya. Semuanya tentu perlu kajian yang mendalam,” ujar Mu’ti.

Ada poin penting yang diungkapkan Mu’ti. Program ini tidak akan menyasar semua siswa secara merata, melainkan akan diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Tujuan utama pemerintah di balik inisiatif ini sangat jelas: menciptakan generasi yang sehat fisik dan bebas stunting.

Oleh karena itu, penyaluran bantuan nutrisi ini akan difokuskan pada target yang paling tepat sasaran.

Menariknya, Kemendikdasmen tidak melihat program ini hanya sebagai sarana pemenuhan gizi saja.

Mu’ti menekankan momen makan bersama di sekolah merupakan kesempatan emas untuk membentuk karakter siswa.

Pihak kementerian bahkan telah menyiapkan panduan integrasi pendidikan karakter melalui aktivitas makan bergizi, yang menjadi bagian dari tujuh kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

Lalu, kapan program ini mulai berjalan dan wilayah mana yang mendapat giliran pertama?

Mu’ti menyebut pengumuman resminya nanti akan disampaikan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) selaku leading sector.

“Saat ini kami sedang menghitung kembali mekanismenya, termasuk wilayah mana yang akan mulai duluan,” pungkasnya. ***

Berita Lainnya

Terkini