BPJS Kesehatan Kini Bisa Diakses dari Pelosok: Pakai Video Call hingga Layanan Keliling

Program Layanan Ujung Negeri (LANURI), yang merupakan bagian dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi, BPJS Kesehatan menghadirkan solusi untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

14 Juli 2026, 05:15 WIB

JakartaBPJS Kesehatan kian gencar memperluas akses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga ke pelosok negeri.

Melalui program Layanan Ujung Negeri (LANURI), yang merupakan bagian dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi, BPJS Kesehatan menghadirkan solusi untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan program ini hadir untuk mengatasi kendala geografis, keterbatasan infrastruktur internet, serta kurangnya literasi digital di sebagian wilayah Indonesia.

Untuk itu, BPJS Kesehatan mengandalkan dua kanal utama: Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan layanan jemput bola BPJS Keliling.

“Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling adalah wujud implementasi LANURI. Hari ini, kami meluncurkannya serentak di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia, dengan dukungan 126 Kantor Cabang,” ujar Pujo saat peresmian di Jakarta, Senin (13/07).

VIOLA menjadi ujung tombak layanan tanpa tatap muka berbasis video conference.

Hingga Mei 2026, tercatat lebih dari 218.000 pemanfaatan VIOLA, dengan Puskesmas sebagai lokasi akses terbanyak.

Layanan ini paling sering digunakan oleh peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk kebutuhan informasi dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Sementara itu, untuk daerah yang belum terjangkau teknologi, BPJS Keliling hadir sebagai solusi jemput bola guna melayani pendaftaran, administrasi, hingga penanganan aduan masyarakat secara langsung.

Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Kementerian Koperasi, misalnya, siap mengerahkan jaringan Koperasi Desa Merah Putih untuk memfasilitasi akses internet bagi layanan VIOLA.

Dukungan serupa juga datang dari Pusat Kesehatan TNI. Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, menyatakan kesiapan instansinya untuk memobilisasi fasilitas kesehatan TNI, kapal rumah sakit, hingga melibatkan 76.000 personel Babinsa guna memperlancar distribusi layanan kesehatan ke pulau-pulau terpencil.

Dalam kesempatan tersebut, Pujo juga memaparkan keberhasilan program Quick Wins 100 Hari Kerja yang mencapai progres 91,53%. Selain program LANURI, beberapa capaian utama meliputi:

JKN 3T: Kolaborasi dengan kapal rumah sakit dan pengiriman tenaga medis ke pelosok.

P-Care MBG: Pemantauan kesehatan bagi petugas dan siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Eliminasi Inefisiensi: Penggunaan intelligence claim untuk menekan biaya operasional dan mencegah praktik kecurangan (*fraud*).

“Harapan kami, integrasi layanan ini dapat memangkas hambatan akses bagi masyarakat di wilayah terpencil, sehingga manfaat JKN benar-benar dirasakan oleh seluruh penduduk Indonesia tanpa terkecuali,” tutup Pujo.***

Berita Lainnya

Terkini