Mengenang Sosok Prof Chamamah Soeratno, Guru Besar UGM yang Bersahaja

Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno meninggal dunia di RSA UGM, Yogyakarta.

8 Juli 2026, 07:53 WIB

Yogyakarta – Dunia pendidikan Indonesia kembali berduka. Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno,  meninggal dunia pada Selasa malam (7/7/2026) pukul 20.13 WIB di RSA UGM, Yogyakarta.

Kepergian Prof Chamamah meninggalkan kesan mendalam bagi civitas academica dan masyarakat luas atas dedikasi panjangnya dalam dunia literasi dan pendidikan.

Dikenal sebagai sosok akademisi yang kharismatik, Prof. Chamamah bukan hanya dikenal karena keilmuannya, tetapi juga keteladanan pribadinya.

Guru besar Fakultas Ilmu Budaya di kampus biru ini adalah figur pendidik yang hangat dan selalu memberikan inspirasi bagi rekan sejawat serta mahasiswanya.

Sri Hartatik, M., S.S., seorang alumnus Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM), berbagi kenangan manis tentang mendiang.

Bagi Tatik, sapaannya, Prof. Chamamah bukan hanya dosen pengampu mata kuliah filologi, melainkan sosok mentor yang luar biasa.

“Beliau sangat keibuan,” kenang Tatik, pendidik di Pamulang Tangsel Banten saat menceritakan masa-masa kuliahnya.

Sifat pengayom dan kehangatan yang dipancarkan Prof. Chamamah membuat suasana belajar terasa lebih nyaman dan akrab, jauh dari kesan kaku yang terkadang melekat pada sosok akademisi senior.

Selain dikenal dedikasinya di dunia akademis, Prof. Chamamah Soeratno juga merupakan tokoh yang aktif berkontribusi dalam gerakan perempuan.

Semasa hidupnya,  pernah dipercaya mengemban amanah sebagai salah satu pimpinan di Pimpinan Pusat Aisyiyah.

Kiprahnya di organisasi tersebut menjadi bukti nyata pengabdian beliau bagi masyarakat luas.

Kepergian Prof. Chamamah tentu menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan. Namun, semangat keibuan dan warisan ilmu yang beliau berikan akan terus hidup dalam kenangan para mahasiswanya.

Kini, keluarga besar, sahabat, dan murid-murid Prof Chamamah Soeratno tengah mempersiapkan prosesi penghormatan terakhir sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian yang telah ia berikan selama hayatnya.

Bagi rekan-rekan yang ingin memberikan penghormatan terakhir, keluarga telah menjadwalkan rangkaian prosesi sebagai berikut:

Pukul 13.00 WIB: Upacara penghormatan di Balairung UGM sebagai bentuk penghormatan terakhir dari institusi akademik.

Pukul 14.30 WIB Bakda Ashar: Penghormatan dilanjutkan di Masjid Besar Kauman.

Bakda Ashar  Pemakaman akan dilaksanakan di Pemakaman Karangkajen.

Keluarga besar almarhumah, termasuk sang suami, Drs. H. Moh. Soeratno, serta putra-putri almarhum Dr. Ir. Ahmad Syauqi, MM, dan dr. Nurul Chusna, MPH, memohon doa serta dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya atas segala kekhilafan yang mungkin pernah dilakukan almarhumah semasa hidupnya. ***

Berita Lainnya

Terkini