Yogyakarta– Ada fakta menarik di balik data pengangguran di Kota Yogyakarta. Berbeda dari anggapan umum bahwa pengangguran didominasi generasi muda atau Gen Z, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta justru mencatat kelompok usia 35 tahun ke atas dengan latar belakang pendidikan SMA menjadi kelompok yang paling banyak belum mendapatkan pekerjaan.
Plt. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, menjelaskan, pihaknya memiliki data riil berbasis domisili yang berbeda dengan data statistik umum.
Berdasarkan pendataan internal Pemkot, terdapat 2.336 warga Kota Jogja yang tercatat sebagai penganggur.
Menurut Patricia, tantangan utama bagi kelompok usia 35 tahun ke atas adalah preferensi perusahaan yang sering kali mengutamakan faktor produktivitas dan pertimbangan keuntungan.
Meski aturan pusat melarang pembatasan usia dalam rekrutmen, kenyataannya banyak perusahaan tetap memiliki kriteria usia tertentu.
“Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Kami tidak tinggal diam, kami terus berupaya memperluas kesempatan kerja, baik di sektor formal maupun nonformal, agar kelompok usia matang ini tetap memiliki penghasilan,” ujar Patricia saat konferensi pers Job Fair Kota Yogyakarta 2026, Senin (13/7/2026).
Pihak Dinsosnakertrans menyadari bahwa lulusan SMA menjadi kelompok dengan jumlah terbanyak dalam daftar pencari kerja.
Untuk menyiasati hambatan di sektor formal, Pemkot Yogyakarta kini mengalihkan fokus pendampingan bagi kelompok usia 35 tahun ke atas ke arah kemandirian ekonomi.
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erna Nur Setyaningsih, menambahkan mereka tengah mendorong pelatihan keterampilan dan kolaborasi dengan UMKM.
“Kami arahkan mereka melalui program tenaga kerja mandiri agar bisa membuka usaha sendiri,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga mendapati fenomena adanya 800 orang yang masuk kategori “penganggur pasif” atau tidak aktif mencari kerja. Saat ini, pemerintah tengah mendalami alasan di balik kondisi tersebut.
Sebagai langkah nyata menekan angka pengangguran, Pemkot Yogyakarta akan menggelar Job Fair 2026 pada 15–16 Juli 2026 di Auditorium LPP Yogyakarta**.
Jumlah Lowongan: Tersedia sedikitnya 2.000 posisi.
Sektor: Ritel, manufaktur, teknologi informasi, kesehatan, keuangan, hingga kuliner.
Fasilitas Tambahan: Konsultasi karier gratis, informasi pelatihan, jalur migrasi kerja resmi, hingga kuota khusus penyandang disabilitas.
Bagi warga Kota Jogja yang sedang mencari kerja, jangan lewatkan kesempatan ini.
Pastikan Anda menyiapkan CV terbaru dan dokumen pendukung lainnya, serta memilih posisi yang sesuai dengan kompetensi untuk memperbesar peluang diterima kerja. ***

