PIB College Perkuat Posisi Bali sebagai Hub Pendidikan dan Wisata Dunia Lewat Kehadiran Mahasiswa Denmark

Delapan mahasiswa asal Denmark mengikuti program PIB International Semester Course dengan konsentrasi Bali Digital Business & Entrepreneurship,

10 Agustus 2026, 18:20 WIB

Tabanan – PIB College yang bernaung di bawah kawasan BITDeC ONE Campus, Tabanan, kembali menegaskan daya tarik Bali di kancah global. Institusi pendidikan tinggi pariwisata dan bisnis ini resmi menyambut kedatangan delapan mahasiswa asal Denmark yang mengikuti program PIB International Semester Course dengan konsentrasi Bali Digital Business & Entrepreneurship, Senin (10/8/2026).

Kehadiran para mahasiswa asing ini tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga menjadi angin segar bagi promosi pariwisata berbasis pendidikan (educational tourism) di Bali.

Melalui program ini, para pemuda asal Skandinavia tersebut akan menimba ilmu sekaligus menikmati kekayaan budaya Pulau Dewata selama satu semester penuh.

Direktur Utama PIB College, Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, M.MS., M.Com., Ph.D., menjelaskan pemilihan Bali sebagai lokasi studi bukan tanpa alasan.

Menurutnya, Bali memiliki ekosistem unik yang memadukan keindahan destinasi wisata kelas dunia dengan dinamika industri kreatif dan bisnis digital yang pesat.

Bali hari ini bukan saja destinasi liburan konvensional, tetapi telah bertransformasi menjadi living laboratory atau laboratorium hidup bagi dunia pendidikan internasional.

“Kehadiran mahasiswa asal Denmark ini membuktikan bahwa daya tarik Bali mampu memikat talenta global untuk belajar langsung bagaimana bisnis, pariwisata, dan teknologi berpadu secara harmonis di sini,” ujar Anastasia saat ditemui usai acara Opening Ceremony International Semester Program di kampus PIB College, Tabanan.

Ia menambahkan, program Bali Digital Business & Entrepreneurship dirancang khusus agar para mahasiswa internasional tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga langsung berinteraksi dengan pelaku industri lokal.

Dengan demikian, mereka bisa melihat bagaimana sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali beradaptasi dengan era digital secara global.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan BITDeC, Dr. I Made Sudjana, M.Se., menilai kolaborasi lintas negara ini membawa dampak positif ganda bagi Bali.

Di satu sisi, program ini memperluas jejaring internasional kampus; di sisi lain, para mahasiswa asing ini secara tidak langsung akan bertindak sebagai duta wisata yang memperkenalkan keindahan alam dan keramahan sosial Bali sekembalinya mereka ke Denmark.

Pihaknya ingin memberikan pengalaman lintas budaya yang mendalam. Ketika mahasiswa Denmark ini belajar tentang kewirausahaan di Bali, mereka juga akan menyelami kearifan lokal kita.

”Pengalaman ini akan memperkaya wawasan mereka sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat pendidikan internasional yang diperhitungkan di Asia,” tutur Sudjana.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Denmark peserta program, Freja Lindstrom (21), mengaku sangat antusias bisa menginjakkan kaki dan belajar langsung di Bali.

Ia menyebut kombinasi antara keunikan budaya lokal dan pesona pariwisata Bali menjadi daya tarik utama yang membuatnya memilih PIB College dibanding institusi di negara lain.

“Bali adalah tempat yang luar biasa. Kami tidak sabar untuk mempelajari strategi bisnis digital di sini sambil menikmati keindahan alam dan budayanya yang sangat ikonis. Ini adalah pengalaman hidup yang tidak akan kami dapatkan di ruang kelas biasa di Eropa,” ungkap Freja dengan penuh semangat.

Melalui penyelenggaraan PIB International Semester Course ini, PIB College berharap dapat terus mencetak lulusan global sekaligus konsisten mendukung pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Bali melalui jalur diplomasi pendidikan yang berkualitas. ***

Berita Lainnya

Terkini