Hadirkan Alternatif Konsep Asing, Nuanu Resmi Buka ‘Nusantara’ Destinasi Kuliner dan Budaya Terpanjang di Bali

Kehadiran Nusantara di Nuanu Creative City menjadi ruang eksplorasi baru yang menyajikan deretan restoran, area fine-dining, sajian kopi single-origin, hingga pameran ribuan artefak suku asli Indonesia.

14 Agustus 2026, 15:49 WIB

Tabanan – Industri hospitality dan pariwisata Bali kembali mencatatkan inovasi baru dengan hadirnya kawasan kuliner dan budaya bernuansa lokal. Nuanu Creative City secara resmi membuka Nusantara, sebuah destinasi kuliner dan budaya seluas 120 meter di kawasan Tabanan, Bali, pada Jumat (14/8/2026).

Kehadiran Nusantara menjadi ruang eksplorasi baru yang menyajikan deretan restoran, area fine-dining, sajian kopi single-origin, hingga pameran ribuan artefak suku asli Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan alternatif otentik di tengah maraknya konsep tempat wisatagaya asing di Bali, seperti beach club bergaya Mediterania, omakase Jepang, maupun kafe brunch ala Australia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, kunjungan wisatawan mancanegara secara langsung ke Bali mencapai 6.948.754 kunjungan pada tahun 2025, atau tumbuh sebesar 9,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pesat ini dinilai menjadi momentum tepat untuk memperkenal kekayaan budaya Indonesia yang lebih luas kepada dunia internasional.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menjelaskan  kehadiran Nusantara bertujuan untuk memperluas cakrawala wisatawan mengenai ragam budaya Nusantara dari pintu gerbang utama pariwisata Indonesia.

“Para tamu kami telah jatuh cinta pada budaya Bali. Nusantara merupakan undangan bagi mereka untuk mencintai kekayaan kepulauan Indonesia lainnya, mulai dari kuliner, karya seni, hingga keberagaman daerahnya.

Berangkat dari tradisi dengan tujuan menghadirkan penemuan baru, visi kami adalah menjadikan Nusantara sebagai rumah bagi perwakilan budaya dari berbagai penjuru Indonesia,” ujar Lev Kroll.

Dirancang menyerupai perjalanan menjelajahi kepulauan Indonesia, pengalaman di Nusantara dimulai dari Warung Nine Island. Di tempat ini, bumbu dan rempah-rempah digiling segar setiap pagi tanpa mengabaikan teknik memasak tradisional. Warung ini menyajikan ragam masakan khas dari sembilan wilayah—mulai dari Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Sumba, Flores, hingga Madura—yang terbilang langka ditemui di luar daerah asalnya.

Selanjutnya, bahan-bahan lokal pilihan tersebut diolah kembali di Meja 36 dengan teknik memasak kontemporer tanpa menghilangkan karakter cita rasa aslinya. Sementara itu, The Mangrove Café hadir memanjakan penikmat kopi dengan sajian kopi single-origin asal Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Flores, dipadukan dengan ragam kreasi jajanan pasar ber cita rasa lokal seperti pandan, gula aren, klepon, hingga dadar gulung.

Pemilik Nusantara, James Ephraim, menegaskan bahwa keotentikan rasa yang dihadirkan merupakan hasil eksplorasi langsung ke berbagai penjuru daerah. Selama beberapa bulan, tim Nusantara menjelajahi sembilan pulau untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan para nelayan, pemasok bahan lokal, hingga juru masak tradisional yang mempertahankan resep leluhur.

“Proses seperti itu tidak bisa dipersingkat. Tolok ukurnya sederhana: jika seorang nenek dari Padang mencicipi rendang kami dan langsung mengenalinya, berarti kami telah melakukan pekerjaan dengan benar,” tegas James.

Tak hanya kuliner, dimensi kebudayaan diperkuat melalui The Gallery yang menandai pembukaannya lewat pameran bertajuk INDONESIAN VISION. Pameran ini menampilkan 1.000 artefak suku asli Indonesia yang dikurasi langsung oleh desainer terkemuka Pascal Morabito. Setiap artefak dilengkapi dengan panduan digital yang memuat nilai sejarah, teknik pembuatan, dan konteks budayanya. Sejumlah karya seni juga dibuka untuk dikoleksi oleh publik, di mana hasil penjualannya akan disalurkan untuk mendukung para seniman lokal.

Kehadiran kawasan Nusantara ini turut melengkapi deretan ekosistem terpadu berbasis pendidikan, seni, wellness, dan konservasi alam yang dikembangkan Nuanu Creative City di atas lahan seluas 44 hektare di Tabanan.

Selain itu, sebagai bentuk tanggung jawab sosial, sebagian dari pendapatan kawasan Nusantara akan dialokasikan melalui Nuanu Social Fund (NSF) guna mendukung berbagai program pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat di Bali.***

 

 

Berita Lainnya

Terkini