Dibanding Jual ke Bulog, Petani Lebih Suka Menjual Gabah Ke Perpadi

23 Maret 2017, 22:10 WIB
Yudha%2Bcek%2Bgabah
Danramil Tabanan Kapten (Inf) Yudha Wicaksono saat melakukan pengecekan serapan gabah di anggota Perpadi

TABANAN – Petani padi di Kabupaten Tabanan, Bali, lebih suka menjual produksi gabahnya ke anggota Perusahaan Penggilingan Padi (Perpadi) dibanding menjualnya ke Bulog. Alasan utamanya, Perpadi berani membeli lebih mahal dibanding dengan Bulog.

Kesimpulan tersebut diungkapkan Danramil Tabanan Kapten (Inf) Yudha Wicaksono seusai melakukan pengecekan serapan gabah anggota Perpadi di wilayah Kecamatan Tabanan, Kamis (23/3/17)

Didampingi Batuud Pelda Wayan Kantun dan Babinsa Desa Bongan Serda Pairin, saat mengadakan pengecekan serapan gabah anggota Perpadi pemilik Penyosohan dan pengeringan UD Kartika Putra, Banjar Bongan Jawa, Desa Bongan, Yudha menuturkan anggota Perpadi membeli gabah dari petani di atas HPP (Harga Patokan Pemerintah) Rp 3.750/kg.

“Anggota Perpadi membeli gabah dari petani dengan kisaran harga Rp 4.200 – Rp 4.400 /Kg. Bila rendemen gabahnya sebesar 60 persen, anggota Perpadi berani membeli Rp 4.400/Kg. Namun bila rendemennya 48 -54 persen, dibeli dengan kisaran harga Rp 4.200 – Rp 4.300/Kg,” papar Yudha.

Menurut Yudha, di wilayah Kecamatan Tabanan anggota Perpadi yang terdata sejumlah 16 orang masing – masing anggota Perpadi tersebut menerima bantuan pinjaman dana Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) dari pemerintah untuk pembelian gabah dari petani. (gus)

Artikel Lainnya

Terkini