Buleleng – Semangat kebersamaan mewarnai pertemuan Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan masyarakat Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Dalam suasana penuh harapan, disepakati pembebasan lahan untuk pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, menara komunikasi setinggi 115 meter yang akan menjadi pusat pemancar siaran TV digital, telekomunikasi, sekaligus ikon wisata baru di Buleleng.
Didampingi Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, serta jajaran pejabat provinsi, Gubernur Koster menegaskan proses pembebasan lahan dilakukan sesuai aturan, dengan harga yang ditentukan melalui lembaga appraisal.
“Sudah ada titik yang disepakati, lebarnya 20 meter dengan panjang sekitar 1 km. Harga akan ditentukan lembaga appraisal, dan pembayaran langsung diberikan kepada masyarakat pemilik lahan,” ujarnya penuh keyakinan.
Pembangunan Turyapada Tower kini memasuki tahap II, meliputi penataan kawasan, pembangunan planetarium, convention center, gondola, hingga akses jalan masuk. Kawasan ini dirancang menjadi pusat ekonomi baru.
Pemprov Bali berkomitmen membangun fasilitas UMKM, koperasi, serta memberikan prioritas pelatihan kerja bagi lulusan SMA/SMK di sekitar kawasan agar siap berkarya di sana.
Penataan rumah warga juga menjadi perhatian. Sebanyak 40 rumah akan direvitalisasi, termasuk perbaikan atap agar kawasan tampil indah dan tertata. Biaya revitalisasi akan ditanggung melalui APBD.
“Tujuannya agar masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak sekaligus lingkungan yang mendukung pariwisata,” tegas Koster.
Di sela pertemuan, Gubernur Koster menyempatkan diri menikmati keindahan bunga pecah seribu berwarna ungu yang bermekaran di sekitar lokasi, serta meninjau pengerjaan communal space yang kelak menjadi pusat aktivitas UMKM.kuat
Kehadirannya memberi pesan : pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang merawat kehidupan dan masa depan masyarakat.***

