Tantang Tren Rokok dan Vape, Udayana Central Siapkan Strategi Lindungi Generasi Masa Depan

Ketua Udayana Central, dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, menegaskan kunci utama pengendalian tembakau adalah membentengi remaja agar tidak menjadi perokok pemula

7 Juni 2026, 22:53 WIB

Denpasar– Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) di Denpasar tahun ini terasa berbeda.

Lewat gelaran Smoke-Free Fun Walk dan senam sehat di Monumen Bajra Sandhi, Minggu (7/6/2026), Pemerintah Kota Denpasar bersama Udayana Central menggaungkan komitmen serius untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi warga, terutama generasi muda.

Di balik semangat kota yang ingin bebas asap rokok, Udayana Central mengambil peran strategis sebagai motor penggerak edukasi.

Ketua Udayana Central, dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH., Ph.D., menegaskan kunci utama pengendalian tembakau adalah membentengi remaja agar tidak menjadi perokok pemula.

Menurut dr. Swandewi, tantangan saat ini semakin berat karena masifnya promosi, iklan, hingga sponsor produk rokok yang menyasar anak muda.

Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini menjadi pengingat penting bagi kita semua.

‘Kita harus terus mengendalikan perilaku merokok dan secara aktif melindungi anak-anak serta remaja dari berbagai bentuk ajakan maupun bujukan untuk mulai merokok,” tegas dr. Swandewi.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Udayana Central tidak bekerja sendiri. Mereka kini tengah memperluas kolaborasi lintas sektor yang diinisiasi bersama Pemkot Denpasar. Tahun ini, aksi nyata ini akan merangkul lebih banyak pihak, mulai dari Majelis Desa Adat, pihak sekolah, Forum Komunikasi Umat Beragama, hingga berbagai komunitas masyarakat di seluruh Denpasar.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyambut baik langkah sinergis ini. Ia menegaskan bahwa melalui inovasi Denpasar Sehat Tanpa Asap Rokok (DESTAR), pemerintah terus memperkuat implementasi Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Melalui DESTAR dan dukungan dari mitra seperti Udayana Central, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Denpasar sebagai kota sehat. Harapannya, peringatan ini melahirkan generasi masa depan yang tangguh tanpa paparan asap rokok,” ujar Eddy.

Senada dengan hal tersebut, Ketua IAKMI Bali, Ni Made Dian Kurniasari, SKM., MPH., turut mengingatkan agar masyarakat—khususnya anak muda—tidak terjebak pada tren rokok maupun vape. Ia menekankan bahwa keduanya sama-sama berisiko menyebabkan kecanduan dan memicu penyakit serius.

“Sudah saatnya kita lebih peduli. Jadilah generasi yang berani mengatakan ‘tidak’ pada rokok maupun vape demi masa depan yang lebih sehat,” tutupnya.

Melalui kolaborasi yang semakin masif ini, diharapkan Denpasar tidak hanya sekadar merayakan Hari Tanpa Tembakau sebagai seremonial, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi kota yang lebih ramah kesehatan bagi seluruh warganya. ***

Berita Lainnya

Terkini