Banjar – Literasi kini bukan sekadar tren, melainkan bekal hidup yang wajib dimiliki generasi muda. Hal itu pula yang terus digelorakan oleh SMAN 2 Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat.
Sekolah yang akrab disebut “SmandaAsri” ini dikenal dengan visi sekolah inovatif, berbudaya lingkungan, serta menghasilkan siswa mandiri, berakhlak mulia, dan berprestasi.
Berbagai program unggulan dijalankan, mulai dari Pancawaluya, Literasi, hingga pengembangan pendidikan ramah anak, SPAB, SBI, dan Adiwiyata.
Sebagai bagian dari penguatan literasi, SmandaAsri menggelar workshop bertajuk Lentera Digital, Literasi Terpadu Era Transformasi Digital pada 16 April 2026.
Acara berlangsung di kampus hijau sekolah, dipandu oleh guru senior sekaligus pembina literasi, Emas Kurnianingsih, M.Pd.
Workshop dibuka langsung oleh Kepala SMAN 2 Banjarsari, Siti Maryam, S.Pd., M.Pd., yang juga dikenal sebagai tokoh PMI.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sekolah hadir sebagai penerang di tengah derasnya arus digital.
“HP dan internet sudah jadi bagian hidup anak-anak kita. Melarangnya sama saja dengan melarang orang bernapas. Tugas kita adalah memberi lentera agar mereka tidak tersesat di gelapnya rimba digital,” ujarnya.
Ia pun bangga atas lahirnya Duta Literasi SmandaAsri yang diharapkan mampu menebar aksi positif di dunia maya.
Puluhan siswa terpilih sebagai Duta Literasi hadir bersama guru yang tergabung dalam Tim Literasi Sekolah.
Mereka mendapat inspirasi dari dua narasumber, yakni Sofian Munawar, pendiri Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK), serta Putri Sri Jayanti, guru SMAN 3 Banjar sekaligus pengurus inti YRBK.
Sofian menekankan, literasi dan numerasi adalah modal penting bagi Gen-Z untuk berkarya.
Ia memperkenalkan filosofi “Lentera” sebagai akronim dari Literasi, Enumerasi, Nalar, Teknologi, Etika, Rasional, dan Aman.
“Filosofi ini bisa jadi tagline bersama: Lentera Digital Menerangi Jalan Menjaga Generasi*,” jelasnya.
Sementara itu, Putri Sri Jayanti mengajak para Duta Literasi untuk berani berkarya.
“Menjadi Duta Literasi adalah kesempatan emas. Kalian bisa buku, vlog, karya literasi terapan, dan banyak hal bermanfaat untuk masa depan,” ungkap guru inovatif tingkat nasional itu.
Suasana workshop berlangsung penuh semangat. Diskusi, praktik menulis, hingga rencana aksi literasi digelar dengan antusias.
Acara ditutup dengan foto bersama dan pekikan yel-yel penuh energi: “Salam Literasi… SMAN 2 Banjarsari Maju… Maju… Juara!!” ***

