Gunung Ageung dan Misteri Megalitiknya, Menuju Cagar Budaya Nasional

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Majalengka, Endra Adiwinata Gofur, menjelaskan, beberapa situs yang berhasil diidentifikasi antara lain Situs Mbah Kapur, Situs Nyi Mas Dewi Citra, Situs Sanghyang Pamangkatan.

8 Mei 2026, 09:30 WIB

MajalengkaGunung Ageung di Kabupaten Majalengka kembali menjadi sorotan setelah observasi terbaru dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat menemukan sebaran situs bercorak megalitik yang cukup luas.

Penelitian ini melanjutkan kajian lama yang pernah dilakukan penelitian dari Balai Arkeologi Bandung tahun 1997.

Kini, hasil observasi menunjukkan ada 15 titik situs dengan penamaan khas yang merefleksikan tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Majalengka, Endra Adiwinata Gofur, menjelaskan, beberapa situs yang berhasil diidentifikasi antara lain Situs Mbah Kapur, Situs Nyi Mas Dewi Citra, Situs Sanghyang Pamangkatan, Situs Sanghyang Payung, Situs Sanghyang Ujungkulon, Situs Sanghyang Peti, hingga Situs Sanghyang Bedil dan Sanghyang Petir,  Sanghyang Gajah, Sanghyang Paseban dan Situs Nusa.

Menariknya, sejumlah titik lain masih belum bisa dipublikasikan karena kondisi lokasi yang cukup berat untuk dijangkau.

Menurut peneliti budaya asal Sumedang, Edah Jubaedah, S.S., temuan ini memperlihatkan betapa kaya warisan leluhur di kawasan Majalengka.

Gunung Ageung bukan hanya lanskap alam, tetapi juga ruang budaya yang menyimpan jejak spiritual masyarakat masa lalu.

“Penamaan situs-situs ini mencerminkan hubungan erat antara manusia dengan alam dan kekuatan gaib yang mereka yakini,” ungkap alumnus Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta ini.

Tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majalengka berkomitmen menjaga warisan tersebut dengan menetapkan Gunung Ageung sebagai Benda, Struktur, dan Situs Cagar Budaya tingkat Kabupaten.

Langkah ini diharapkan menjadi pintu menuju peningkatan statusnya sebagai Cagar Budaya Nasional, sehingga keberadaan situs megalitik di Majalengka dapat lebih dikenal sekaligus dilestarikan untuk generasi mendatang.

Dengan temuan ini, Gunung Ageung semakin menegaskan dirinya sebagai salah satu pusat peradaban megalitik di Jawa Barat, yang layak mendapat perhatian lebih dalam peta kebudayaan nasional. ***

Berita Lainnya

Terkini