Kemnaker Cetak Talenta Muda Lewat Program TIDP untuk Lahirkan Startup Baru

Menaker Yassierli menekankan transformasi teknologi dan model bisnis global saat ini menuntut adanya perubahan paradigma mendasar dalam penyiapan tenaga kerja nasional.

16 Agustus 2026, 00:24 WIB

Bekasi -Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda agar mampu mengembangkan gagasan serta inovasi menjadi rintisan usaha atau startup yang berpotensi menciptakan peluang kerja baru.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui Talent & Innovation Development Program (TIDP), sebuah program intensif berdurasi enam bulan yang diikuti oleh 58 talenta muda pilihan asal Bekasi dan Bandung Barat.

Program TIDP secara resmi dibuka Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Balai Besar Peningkatan Produksi (BBPP) Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (13/8/2026).

Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk membekali para peserta dengan kemampuan adaptif, inovatif, serta jiwa kewirausahaan yang tangguh. Pembekalan tersebut dinilai krusial guna merespons dinamika perubahan dunia kerja yang kian dipengaruhi oleh perkembangan teknologi pesat dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam pelaksanaannya, program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Direktorat Jenderal Bina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK), Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat, serta menggandeng berbagai mitra industri dan mentor profesional.

Sinergi ini dibangun untuk menciptakan pengalaman belajar komprehensif yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi teknis, melainkan juga berfokus pada inkubasi gagasan, inovasi, dan mentalitas wirausaha.

Menaker Yassierli menekankan  transformasi teknologi dan model bisnis global saat ini menuntut adanya perubahan paradigma mendasar dalam penyiapan tenaga kerja nasional.

Menurutnya, generasi muda Indonesia tidak lagi cukup hanya dibekali mental pencari kerja (job seeker), melainkan harus memiliki kapasitas untuk membaca setiap persoalan sebagai peluang dan berani menciptakan lapangan kerja baru (job creator).

Tidak  cukup hanya menyiapkan tenaga kerja yang siap mencari pekerjaan, tetapi harus membangun talenta yang siap menghadapi perubahan.

“Mereka harus mau terus belajar, melihat masalah sebagai peluang, bekerja sama, dan berani menciptakan sesuatu yang baru,” tegas Yassierli.

Guna memastikan keberlanjutan pembinaan talenta hingga tahap implementasi gagasan, Kemnaker turut mengembangkan Talent & Innovation Hub (TIH). Ekosistem terpadu ini difungsikan untuk mempertemukan elemen pengembangan talenta, inovasi, kewirausahaan, dunia usaha, serta kebijakan ketenagakerjaan.

Melalui kehadiran TIH, proses pencetakan SDM unggul tidak berhenti pada tahap pelatihan semata, melainkan berlanjut secara konkret hingga melahirkan ide dan solusi bernilai ekonomi tinggi.

Melalui ekosistem yang komprehensif tersebut, Yassierli menaruh harapan besar agar para peserta mampu mentransformasikan ide kreatif mereka menjadi startup berbasis inovasi yang berdampak luas.

Ia bahkan melontarkan tantangan secara langsung kepada para peserta agar berani menjadi pelopor wirausaha muda yang mandiri.

“Saya berharap adik-adik yang mengikuti program ini dapat menghasilkan rintisan usaha (startup) berbasis inovasi. Saya tantang Anda menjadi pelopor: lulusan yang sudah memiliki perusahaan sendiri bahkan sebelum masa programnya selesai,” pungkas Yassierli.***

Berita Lainnya

Terkini