Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Ukhuwah dan Khidmah Umat

Kepemimpinan yang lahir dari Muktamar NU di Jombang diharapkan mampu menjadi kepemimpinan yang merangkul seluruh elemen.

31 Agustus 2026, 07:47 WIB

JombangMuktamar Nahdlatul Ulama (NU) dipandang bukan sekadar ajang penentuan arah kepemimpinan organisasi, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat persaudaraan, kebersamaan, dan khidmah kepada umat.

Zeby Agustian, seorang profesional yang alumnus Universitas Islam Malang (Unisma), menekankan dinamika dan perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar.

Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pilihan dan gagasan tidak menjadi jarak, melainkan kekayaan yang memperkuat organisasi dengan tetap berpijak pada nilai kerukunan sesuai amanah para kiai.

“Semasa saya di Jawa Timur, para guru selalu mengutip pesan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari: ‘Barangsiapa yang mau mengurus NU, akan aku anggap sebagai santriku. Siapa yang menjadi santriku, akan kudoakan husnul khatimah beserta anak-cucunya,'” ujar Zeby dalam keterangan tertulis diterima Kabarnusa.com, Senin (31/8/2026).

Menurut Zeby, makna dari pesan tersebut menegaskan bahwa setiap warga NU memiliki ruang setara untuk berkontribusi, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam perjalanan organisasi tanpa harus mengorbankan rasa persaudaraan.

Ia berharap kepemimpinan yang lahir dari muktamar mendatang mampu menjadi kepemimpinan yang merangkul seluruh elemen.

Lebih lanjut, Zeby menilai kualitas sebuah muktamar tidak hanya diukur dari proses pemilihan dan keputusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan menjaga suasana tetap sejuk, tertib, dan penuh penghormatan.

NU memiliki tanggung jawab moral yang luas, sehingga keteladanan dalam mengelola perbedaan akan menjadi kontribusi nyata dalam merawat kehidupan sosial dan kebangsaan.

“Bukan siapa yang paling unggul yang menjadi ukuran utama, melainkan seberapa besar kita mampu menjaga NU tetap kuat, teduh, dan bermanfaat bagi umat,” pungkas Zeby, menggarisbawahi pentingnya prinsip berbeda dalam pilihan namun tetap satu dalam persaudaraan.***

Berita Lainnya

Terkini