Kabarnusa.com – Konflik Partai Golkar sudah merembet ke kehormatan diri layaknya istri yang hendak dirampok tidak ada jalan bagi kubu Munas Bali akan melakukan perlawanan untuk mempertahankan harga diri.
Wakil Ketua DPP Partai Golkar Nurdin Halid saat menemui ratusan kader partai beringin se Bali menegaskan, apa yang membelit partainya tak lebih dari ulah
segelintir oknum pemerintah.
Ia pun menyerukan kepada kader Golkar Bali untuk bangkit melakukan perlawanan atas kezaliman yang tengah menimpanya.
“Ayo, bangkit melawan! Negeri ini tidak boleh demokrasinya dibangun di atas order seseorang,” tegasnya di kantor DPD Partai Golkar Bali di Denpasar Minggu 15 Maret 2015.
Ia menganalogikan apa yang tengah menimpa Golkar seperti suami istri. “Kita punya istri sah, terdaftar resmi. Masak mau dirampok orang lain. Nyawa taruhannya,” tukas Nurdin.
Ia meyakinkan jika kader Golkar tidak tengah berkonflik satu sama lain. Di partai lain antara DPD A dengan B saling bertengkar, ada konflik. Di Golkar tidak ada.
Tidak ada perserteruan antar pengurus DPD Golkar di tingkat I maupun II. Berbeda dengan partai lain yang kisruh dengan lainnya.
Ada oknum pusat mengobok-obok partai kita. Karena tidak berhasil, mereka membuat konflik di tingkat DPD I dan II dengan mengangkat PLT (pelaksana tugas),” tukasnya.
Nurdin Halid juga memaparkan data mengejutkan. Di depan ratusan kader Golkar Bali ia menyebut jika 80 persen surat mandat Munas Ancol versi Agung Laksono dipalsukan.
“Mandat Munas Ancol itu 80 persen dipalsukan,” imbuhnya didampingi Ketua DPD Golkar Bali Ketut Sudikerta. (kto)

