Niat Menjaga Warung Berbuah Duka, Pria di Kuta Jadi Korban Penganiayaan Brutal

Usai ditegur pelaku akhirnya melakukan aksi brutal dengan melempar bongkahan beton ke arah Sukaryo pemilik warung sembako di Kuta Bali

30 Juni 2026, 18:29 WIB

Badung – Sebuah teguran kecil di warung sembako di kawasan Jalan Simpati, Gang Sada, Kuta, berubah menjadi mimpi buruk bagi keluarga Sukaryo.

Pria yang sehari-harinya berjualan kebutuhan pokok ini kini harus menanggung beban berat setelah kehilangan fungsi penglihatan pada mata kanannya akibat tindakan kekerasan.

Kejadian yang berlangsung pada Minggu malam (28/6/2026) ini dipicu oleh hal yang tidak disangka-sangka.

Saat itu, istri korban, Hamsari, menegur keponakan seorang pembeli yang sedang asyik memainkan tali pintu warung.

Niat Hamsari hanyalah menjaga agar peralatan warungnya tidak rusak, namun sang pembeli justru merasa tersinggung.

Amarah yang tersulut membuat pelaku nekat melakukan tindakan di luar nalar.

Setelah sempat pergi dan kembali dua kali ke lokasi, pelaku akhirnya melakukan aksi brutal dengan melempar bongkahan beton ke arah Sukaryo.

Lemparan tersebut mengenai mata kanan korban dengan telak, menyebabkan cedera yang sangat serius.

Menurut keterangan anak korban, Megawati, kondisi ayahnya saat ini sangat mengkhawatirkan.

“Bola mata ayah rusak parah karena benturan beton itu. Dokter di RS Ngoerah menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan bola mata agar infeksi tidak menyebar ke mata yang satunya,” ungkapnya dengan nada pilu.

Keluarga sempat dibuat cemas lantaran pelaku sempat menghilang dan sulit dihubungi pasca-kejadian.

Namun, kabar melegakan datang tak lama kemudian. Pihak keluarga mengonfirmasi terduga pelaku kini telah berhasil diringkus oleh pihak kepolisian.

Pihak Polresta Denpasar melalui Kasi Humas, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, menyatakan bahwa proses hukum terus berjalan.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif oleh tim gabungan Polsek Kuta dan Polresta Denpasar,” jelasnya dalam keterangan kepada media.

Polisi mengimbau agar masyarakat dapat menyelesaikan setiap konflik melalui komunikasi yang baik dan menyerahkan penanganan masalah kepada pihak berwajib, daripada mengambil tindakan main hakim sendiri yang berujung pada penyesalan mendalam.***

Berita Lainnya

Terkini