KKP Buka Rekrutmen 20 Ribu Awak Kapal untuk Program Modernisasi

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan, rekrutmen 20 ribu awak kapal perikanan menyasar taruna dan alumni pendidikan KKP maupun non-KKP, awak kapal profesional bersertifikat maupun belum bersertifikat, serta masyarakat lokal.

2 Mei 2026, 05:04 WIB

Jakarta– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan merekrut lebih dari 20 ribu awak kapal perikanan untuk mendukung Program Modernisasi Kapal Perikanan. Sebanyak 1.582 kapal akan dioperasikan dengan tenaga baru ini, yang terdiri dari perwira dan anak buah kapal (ABK).

Pendaftaran dibuka mulai 4 Mei hingga 4 Juni 2026 melalui laman resmi [elaut-bppsdm.kkp.go.id/akp](https://elaut-bppsdm.kkp.go.id/akp). Kapal yang disiapkan berukuran 30 GT, 200 GT, hingga 500 GT dengan beragam alat tangkap.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan, rekrutmen ini menyasar taruna dan alumni pendidikan KKP maupun non-KKP, awak kapal profesional bersertifikat maupun belum bersertifikat, serta masyarakat lokal.

“Kompetensi awak kapal berbeda-beda, mulai dari nakhoda, fishing master, mualim, masinis, hingga ABK. Kami berharap tenaga lokal bisa mengisi posisi ABK, sementara perwira dibuka secara nasional,” ujarnya.

Peserta yang lolos seleksi akan mendapat pelatihan dan sertifikasi, termasuk bela negara melalui Komponen Cadangan.

Materi pelatihan mencakup nautika dan teknika kapal perikanan, penanganan ikan, perawatan mesin, hingga keselamatan dasar.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menegaskan bahwa program ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mentransformasi kapal konvensional menjadi kapal modern yang kompetitif.

“Pembangunan 1.582 kapal akan menyerap tenaga kerja, menumbuhkan galangan kapal, dan membawa angin segar bagi ekonomi perikanan,” katanya.

Latif menambahkan, modernisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik kapal, tetapi juga pembentukan ekosistem perikanan tangkap yang produktif dan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari kementerian, dunia pendidikan, hingga industri, untuk mendukung pemenuhan SDM secara terstruktur dan tepat sasaran.

Rekrutmen ini ditegaskan berlangsung profesional tanpa pungutan biaya. Masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang menawarkan bantuan dengan imbalan, karena hal tersebut merupakan penipuan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menyampaikan, program ini dirancang sebagai sistem terintegrasi, menggabungkan kapal modern, logistik dingin yang efisien, pengawasan kuat, serta SDM kompeten dan tersertifikasi. ***

Berita Lainnya

Terkini