Open RAN, Teknologi Jaringan Terbaru XL Axiata Diujicobakan di Indonesia Timur

4 Desember 2020, 21:42 WIB

Salah satu teknologi terbaru yang siap diuji coba mulai akhir November
2020 ini adalah Open RAN (Radio Access Network), dengan mengambil
lokasi di Kawasan Timur Indonesia/ist.

Jakarta – Salah satu teknologi terbaru PT XL Axiata (XL Axiata) yang
siap diujicobakan mulai akhir November 2020 ini adalah Open RAN
(Radio Access Network), dengan mengambil lokasi di Kawasan Timur
Indonesia.

Langkah itu, bagian memperluas jaringan di seluruh Indonesia, termasuk di
area-arae kategori pelosok dan terpencil.

Guna merealisasikan semua rencana perluasan jaringan itu, XL Axiata menjajaki
penggunaan teknologi jaringan terbaru yang memungkinkan perluasan bisa
dilaksanakan secara lebih efisien dari sisi biaya pembangunan dan kualitas
hasilnya tetap terjaga.

Salah satu teknologi terbaru yang siap diuji coba mulai akhir November 2020
ini adalah Open RAN (Radio Access Network), dengan mengambil lokasi di
Kawasan Timur Indonesia.

Direktur Teknologi XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, “Saat ini kami
sedang melaksanakan uji coba penerapan Open RAN di Ambon, Maluku. Ujicoba akan
berlangsung mulai akhir November 2020 ini hingga akhir Desember 2020 nanti.

“Uji coba ini kami lakukan untuk memahami sejauhmana fungsi dan kapabilitas
perangkat. Selain itu, kami juga ingin mengetahui sejauhmana jika
diintegrasikan dengan jaringan XL Axiata yang telah ada saat ini, serta
mekanisme operasional jaringannya,” ungkap Damayusa.

Dia menambahkan, teknologi Open RAN adalah teknologi perangkat radio akses
yang mengadopsi konsep open interface, di mana operator dapat
menggunakan kombinasi perangkat radio, seperti radio unit dan baseband,
tanpa terikat pada salah satu merk/brand yang spesifik.

Dengan konsep Open RAN ini, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya pemain baru
pada perangkat radio akses yang saat ini hanya didominasi oleh beberapa
partner
penyedia teknologi saja.

Dengan tumbuhnya pemain pemain baru, inovasi dapat berkembang lebih cepat dan
membantu menurunkan beban perangkat dan operasional yang ditanggung oleh
operator.

RAN bagian dari sistem telekomunikasi yang menghubungkan perangkat individual
ke bagian lain jaringan melalui koneksi radio. RAN berada di antara peralatan
pengguna, seperti ponsel, komputer, atau mesin apa pun yang dikendalikan dari
jarak jauh, dan menyediakan koneksi dengan jaringan intinya.

Dengan demikian bisa dipahami bahwa RAN merupakan komponen utama
telekomunikasi nirkabel, yang saat ini telah berevolusi melalui generasi
jaringan seluler menjelang 5G.

Ditambahkan, teknologi Open RAN menawarkan potensi inovasi dan struktur harga
yang lebih bersaing. Kami memang berharap dapat memperluas jaringan dan
layanan dengan biaya yang lebih sehat dan di saat yang sama tetap bisa
memberikan kualitas layanan yang bagus bagi pelanggan.

“Dengan efisiensi beban biaya di sisi operator, kami akan bisa secara terus
memperluas jaringan untuk bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan
untuk area area di pelosok seperti Kawasan Timur Indonesia ini,” lanjutnya.

Saat ini, tim XL Axiata di Ambon sedang menyiapkan instalasi guna keperluan
uji coba ini. Semua perangkat yang diperlukan juga telah sampai di lokasi.
Persiapan dan uji coba akan memakan waktu sekitar satu bulan, hingga nanti
siap untuk dilakukan first call melalui jaringan Open RAN tersebut dari
lokasi di Ambon ke Jakarta.

Setelah tahap uji coba tersebut, selanjutnya XL Axiata akan melangkah ke tahap
selanjutnya berupa pilot project dengan menempatkan Open RAN di sekitar
100 titik lokasi yang sebagian besar berada di luar Jawa dan di area pelosok.

Komunitas Lan Open RAN

Dalam rangka penerapan teknologi Open RAN tersebut, XL Axiata juga bergabung
ke dalam Komunitas Lab Open RAN.

Menurut Gede komunitas tersebut beranggotakan Telecom Infra Project (TIP),
GSMA, Pemerintah Indonesia, Universitas Telkom dan Operator seluler, dan
bertujuan untuk menumbuhkan talenta digital dan ekosistem telekomunikasi yang
kuat dan beragam, serta mendorong digitalisasi dan pertumbuhan ekonomi di
Indonesia.

Komunitas ini diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia dan Telecom Infra Project
(TIP) & GSMA sebagai bentuk dukungan atas aspirasi pemerintah.

Dengan bergabung ke dalam komunitas ini, XL Axiata dapat mempercepat tumbuhnya
ekosistem open ran di Indonesia, sehingga XL dapat memperluas layanan pada
pelanggan dengan beban biaya yang lebih sehat sambil tetap menjaga kualitas
pengalaman pelanggan. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini