PINTAR Reksa Dana: Strategi OJK Dorong Inklusi Keuangan Nasional

Program PINTAR Reksa Dana diharapkan menjadi kampanye nasional berkelanjutan yang mendorong masyarakat berinvestasi secara rutin dan terencana,

29 April 2026, 16:49 WIB

Jakarta— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Program ini bertujuan memperdalam pasar modal sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat melalui instrumen reksa dana.

Peluncuran dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Friderica menegaskan, program ini sejalan dengan delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal Indonesia, yang menekankan pentingnya tata kelola sekaligus partisipasi masyarakat sebagai investor.

“Program ini merupakan bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” ujar Friderica.

Purbaya menambahkan, kondisi pasar modal Indonesia saat ini telah membaik dan aman bagi investor.

“Pengawasan sudah diperbaiki, integritas pasar semakin kuat. Ke depan, pasar modal akan menjadi tempat yang aman untuk berinvestasi,” katanya.

Airlangga Hartarto turut menekankan pentingnya program ini bagi generasi muda.

Menurutnya, pasar modal harus dibangun tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan, agar lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut peluncuran PINTAR Reksa Dana sebagai momentum strategis untuk mempercepat inklusi investasi.

Program ini dikolaborasikan dengan SIMUDA, serta melibatkan 30 manajer investasi dan 26 APERD.

Hasan menekankan, pendalaman pasar tidak hanya diukur dari jumlah investor, tetapi juga kualitas ekosistem pasar.

Peluncuran PINTAR Reksa Dana bertepatan dengan pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 yang digelar oleh Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI).

Kegiatan ini berlangsung 25 April–1 Mei 2026 dan menjadi agenda tahunan untuk memperkuat literasi serta partisipasi masyarakat.

Ketua Presidium APRDI, Lolita Lilana, menegaskan perlunya inovasi produk reksa dana agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta dukungan insentif untuk membangun budaya investasi.

Program PINTAR Reksa Dana diharapkan menjadi kampanye nasional berkelanjutan yang mendorong masyarakat berinvestasi secara rutin dan terencana, sekaligus memperkuat peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.***

Berita Lainnya

Terkini