PPN Kejawanan Siap Mendunia, Serap 8.000 Tenaga Kerja dan Beri Akses Nelayan Kecil

18 September 2026, 06:10 WIB

Cirebon – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menorehkan langkah besar dengan mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan menjadi pelabuhan bertaraf internasional sekaligus ramah lingkungan, kamis (17/9).

Proyek pembangunan fisik dan lompatan strategis yang diproyeksikan mampu meningkatkan produksi perikanan hingga 32.000 ton per tahun, menyerap lebih dari 8.000 tenaga kerja, serta membuka akses khusus bagi nelayan tradisional agar semakin berdaya saing.

Groundbreaking dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Walikota Cirebon Effendi Edo, Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari, serta perwakilan Islamic Development Bank (IsDB).

Proyek Integrated Fishing Port and International Fish Market (IFP-IFM) Phase I ini bernilai investasi sekitar Rp459 miliar dengan dukungan penuh dari IsDB, dan ditargetkan rampung dalam dua tahun.

Menteri Trenggono menegaskan, pengembangan PPN Kejawanan akan menjawab berbagai tantangan sektor perikanan, mulai dari kepadatan kapal di kolam pelabuhan, peningkatan produktivitas tangkap, hingga penyerapan tenaga kerja.

“Ini adalah tonggak sejarah setelah sekian puluh tahun pembangunan pelabuhan. Mimpinya adalah pelabuhan modern, bersih, tidak berbau, dan terintegrasi dengan wisata tematik sesuai karakter daerah,” ujarnya.

Kapasitas kolam yang semula hanya menampung 241 kapal akan ditingkatkan hingga 500 kapal. Dampaknya, produksi pendaratan ikan melonjak dari 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pun diproyeksikan naik dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar per tahun.

PPN Kejawanan akan hadir dengan wajah baru : zona bersih dan kotor yang terpisah, dermaga tambahan termasuk dermaga khusus untuk kapal tradisional, tempat pelelangan ikan dengan IPAL modern, serta kawasan usaha perikanan yang lengkap.

Fasilitas pendukung seperti groin, rivetmen, dan breakwater juga dibangun untuk melindungi pelabuhan dari abrasi. Dengan layanan one stop service dan one stop solution, PPN Kejawanan akan menjadi pusat bisnis hasil tangkapan ikan sekaligus pintu ekspor produk perikanan Indonesia.

Modernisasi ini juga diharapkan mendongkrak citra pariwisata Cirebon, khususnya wisata bahari.

Perwakilan IsDB, Anisa Pratiwi, menegaskan dukungan ini mencerminkan hubungan erat Indonesia–IsDB yang telah terjalin selama 50 tahun.

“Lewat pembangunan ini, kami berharap terbangun ekosistem perikanan yang kuat dan terintegrasi, mulai dari pendaratan ikan, pengolahan, logistik, hingga akses pasar domestik maupun internasional. Dengan demikian kualitas produk perikanan Indonesia akan terus meningkat,” jelasnya.

PPN Kejawanan adalah pelabuhan dan simbol transformasi perikanan Indonesia menuju panggung dunia.***

Berita Lainnya

Terkini