Sumba Barat – Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi bergerak cepat membantu Polres Sumba Barat mengamankan dan menenangkan warga.
Langkah cepat ini dilakukan menyusul aksi penyerangan dan perusakan di Mapolres Sumba Barat, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (15/9/2026).
Bantuan pengamanan tersebut diberikan sebagai respons atas permintaan resmi dari Kapolres Sumba Barat kepada Dandim 1613/Sumba Barat.
Puluhan personel gabungan TNI dikerahkan untuk memperkuat pengamanan sekaligus melakukan pendekatan persuasif secara humanis kepada warga agar tetap tenang serta tidak melakukan tindakan melanggar hukum.
Ketegangan bermula dari insiden tewasnya seorang warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, berinisial JT, setelah mendapat tindakan kepolisian dalam proses penindakan dugaan tindak pidana pencurian sapi pada Selasa pagi.
Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu terjadi saat Satreskrim Polres Sumba Barat mendatangi rumah korban. Korban diduga melawan menggunakan parang dan melarikan diri ke bagian belakang rumah.
Petugas kemudian memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara. Karena korban tetap melarikan diri, petugas berupaya melumpuhkannya dengan tembakan ke arah kaki.
Namun, akibat pergerakan korban saat berlari dan terjatuh, tembakan justru mengenai bagian bahu kanannya. Korban sempat dilarikan untuk mendapat penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Pada Selasa sore, massa dari Desa Baliledo membawa jenazah korban menuju Mapolres Sumba Barat dan melakukan aksi perusakan fasilitas kantor polisi guna menuntut pertanggungjawaban.
Upaya mediasi yang melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan kepolisian sempat dilakukan, namun belum membuahkan hasil kesepakatan hingga situasi kembali memanas.
Menyikapi eskalasi tersebut, Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, menegaskan pelibatan unsur TNI merupakan bentuk nyata sinergi untuk menjaga kondusivitas wilayah.
“Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” ujar Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangan persnya.
Hingga saat ini, aparat gabungan yang terdiri atas personel Kodim 1613/Sumba Barat, Yonif TP 930/Toda Tebi, serta Kompi Brimob Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya masih bersiaga melakukan pengamanan dan pemantauan. Di sisi lain, jenazah korban telah dikawal oleh personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, guna memastikan proses pemulangan berjalan aman.
Pihak Kodam IX/Udayana bersama jajaran kewilayahan terus mengimbau pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga untuk menahan diri serta menyelesaikan setiap permasalahan melalui jalur hukum yang berlaku demi terjaganya keamanan dan ketertiban di Sumba Barat.***

