Terima Hibah Gedung Rp4,89 Miliar dari UT, Gubernur Koster Pacu Program 1 Keluarga 1 Sarjana di Bali

18 September 2026, 05:42 WIB

Denpasar – Universitas Terbuka (UT) resmi menyerahkan kembali lahan seluas 1.975 meter persegi di Jalan Gurita, Sesetan, sekaligus menghibahkan seluruh bangunan dan aset bernilai Rp4,89 miliar kepada Pemerintah Provinsi Bali, Kamis (17/9).

Momen bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., bersama Gubernur Bali, Wayan Koster.

Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen transparansi dan akuntabilitas tata kelola Barang Milik Negara (BMN) setelah UT Denpasar berpindah ke gedung baru yang lebih megah di Jalan Raya Sesetan.

Aset hibah senilai total Rp4.894.286.250 tersebut mencakup : Gedung & Bangunan: Bangunan seluas 1.106 m² senilai Rp4,14 miliar yang berdiri sejak 2008.  Sarana & Prasarana : 169 unit peralatan, mesin, hingga pendingin ruangan dan workstation bernilai Rp746,15 juta dalam kondisi siap pakai.

Gubernur Koster secara khusus meninjau langsung kondisi fisik gedung sebelum prosesi serah terima. Ia memberikan apresiasi tinggi atas hibah bernilai strategis ini.

“Saya sudah melihat langsung gedungnya. Sangat layak dan terawat, tinggal sedikit perapihan dan siap difungsikan kembali. Aset ini akan sangat bermanfaat untuk menunjang pelayanan publik dan roda pemerintahan Pemprov Bali,” tegas Koster.

Bagi Wayan Koster penyerahan aset, adalah momen emosional yang mendalam. Jauh sebelum menjabat sebagai kepala daerah, Koster muda yang mengawali kariernya di Balitbang Kemendikbud RI pada 1988 telah terlibat langsung dalam merancang model pendidikan jarak jauh yang kelak melahirkan UT.

Melihat pesatnya perkembangan UT saat ini, Gubernur Koster langsung melayangkan tantangan besar : meminta UT berdiri di garis depan dalam menyukseskan program 1 Keluarga 1 Sarjana (1K1S) guna mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Bali yang saat ini masih di bawah 40%.

Kepala BPKAD Provinsi Bali, I Ketut Maduyasa, memastikan Pemprov akan segera menata dan mengalokasikan gedung bersejarah tersebut agar dapat secepatnya beroperasi melayani masyarakat Bali.***

Berita Lainnya

Terkini