Sumba Barat – Di tengah situasi pasca penyerangan Mapolres Sumba Barat, jajaran Kodim 1613/Sumba Barat terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah melalui pendekatan humanis.
Sebagai bentuk empati dan kepedulian TNI AD, Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Inf Ignasius Hali Sogen melayat langsung ke rumah duka almarhum JT di Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, pada Rabu (16/9/2026).
Kedatangan Dandim bersama unsur terkait disambut baik oleh kakak kandung almarhum serta keluarga besar.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim menyampaikan belasungkawa mendalam serta memberikan dukungan moril agar keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah yang terjadi akibat peristiwa penembakan yang melibatkan anggota Polres Sumba Barat.
Selain melayat, Dandim juga melakukan komunikasi bersama Camat, Kepala Desa Bali Ledo, tokoh masyarakat, serta keluarga besar almarhum guna mendengarkan langsung aspirasi yang berkembang di tengah warga.
Tidak hanya itu, Dandim turut melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian penembakan untuk memperoleh gambaran situasi di lapangan serta memastikan kondisi wilayah tetap aman dan terkendali.
Kepedulian serupa juga ditunjukkan Kodim 1613/Sumba Barat kepada keluarga almarhum yang turut menjadi korban meninggal dunia.
Pada malam kejadian, Dandim melalui Kapten Inf Nyoman Sukada mendampingi pengantaran jenazah dari RS Lende Moripa menuju kediaman orang tua almarhum di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.
Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan duka cita, perwakilan Kodim menyerahkan satu lembar kain adat serta satu ekor babi kepada keluarga almarhum sesuai dengan tata cara adat budaya Sumba.
Menanggapi situasi yang ada, Letkol Inf Ignasius Hali Sogen mengimbau seluruh keluarga dan masyarakat untuk senantiasa menahan diri serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan menyerahkan seluruh proses penanganan peristiwa kepada pihak yang berwenang.
Kami mengajak seluruh keluarga dan masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri dan bersama-sama menjaga keamanan. Jangan sampai situasi yang sudah terjadi kembali berkembang menjadi persoalan baru yang merugikan kita semua,” ujar Dandim 1613/Sumba Barat, Letkol Inf Ignasius Hali Sogen.
Imbauan tersebut mendapatkan respons positif dari keluarga serta masyarakat yang hadir, yang berharap situasi keamanan dan ketertiban di Sumba Barat dapat terus terjaga dengan kondusif.
Sementara itu, personel Kodim 1613/Sumba Barat tetap disiagakan untuk membantu pengamanan di Mapolres Sumba Barat pasca peristiwa penyerangan yang terjadi pada Selasa malam (15/9/2026).
Hingga Rabu (16/9/2026), situasi di wilayah Sumba Barat dilaporkan telah kembali aman dan kondusif. Pihak Kodim bersama unsur terkait terus memantau perkembangan situasi serta mengedepankan langkah-langkah persuasif, sekaligus mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan mengutamakan penyelesaian masalah melalui mekanisme hukum.***

