Denpasar-– Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Bali langsung mengambil langkah strategis menyambut perhelatan politik masa depan. Di bawah kepemimpinan baru, Hanura Bali menegaskan komitmen kuat untuk menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi masyarakat dan pemerintah.
Bertempat di Hotel Harris Cokroaminoto, Denpasar, pada Minggu, 2 Agustus 2026 digelar pelantikan pengurus periode 2025–2030 dan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) se-Bali sebagai momentum konsolidasi besar-besaran sekaligus awal penguatan langkah partai dengan identitas baru.
Ketua DPD Partai Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna, dalam pidatonya menekankan pentingnya kerja keras dan kedekatan nyata dengan masyarakat.

Menurutnya, jabatan dalam struktur organisasi bukanlah sekadar kehormatan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik.
Beberapa bulan terakhir, DPD Partai Hanura Provinsi Bali terus bergerak melakukan konsolidasi organisasi.
“Kami tidak menunggu momentum menjelang pemilu saja. Konsolidasi langsung telah kami lakukan di Denpasar, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Gianyar, dan Badung, serta akan terus berlanjut ke seluruh 10 kabupaten/kota di Bali,” ujar Gde Wirajaya Wisna di hadapan tamu undangan Gubernur Bali Wayan Koster serta ratusan kader dan tamu undangan dari partai politik lainnya .
Melalui kegiatan Rakerda dan konsolidasi ini, pihaknya mengevaluasi kesiapan kepengurusan, administrasi, keberadaan kantor partai, sekaligus menyerap langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang dirasakan masyarakat di daerah.
“Kami ingin memastikan Hanura Bali memiliki fondasi organisasi yang kuat dalam menghadapi tahapan verifikasi administrasi maupun faktual. Yang lebih penting, kami ingin memastikan Hanura hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan rakyat, dan memberikan solusi,” tegasnya.
Ada hal menarik dalam pelantikan pengurus kali ini. Partai Hanura resmi memasuki babak baru dengan identitas logo yang kini berubah menjadi Singa, sebagaimana telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Bagi Hanura Bali, perubahan logo ini bukan hanya pergantian simbol visual semata. Lebih dari itu, Singa merepresentasikan lambang keberanian, kepemimpinan, disiplin, ketegasan, kewibawaan, serta semangat melindungi.
“Karakter tersebut harus menjadi karakter seluruh kader Hanura. Kita harus berani memperjuangkan kepentingan rakyat, tegas menjaga integritas, bijaksana dalam mengambil keputusan, serta menjadi pemimpin yang mampu memberikan rasa aman dan harapan kepada masyarakat,” imbuh Gde Wirajaya Wisna.
Dalam kesempatan yang sama, Hanura Bali juga menyampaikan apresiasi terbuka kepada Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster atas berbagai capaian pembangunan yang telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
Beberapa prestasi yang disoroti meliputi keberhasilan Bali sebagai provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi, keberhasilan menekan angka kemiskinan, menurunkan prevalensi stunting, menjaga tingkat pengangguran tetap rendah, serta berbagai indikator pembangunan lainnya.
Gde Wirajaya Wisna menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi prestasi pemerintah daerah, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Bali.
Oleh karena itu, DPD Partai Hanura Bali menginstruksikan seluruh kadernya untuk terus mendukung berbagai program pemerintah provinsi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, melestarikan adat dan budaya Bali, menjaga lingkungan, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Menutup rangkaian acara, Gde Wirajaya Wisna mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga kekompakan, merobohkan sekat-sekat yang dapat melemahkan partai, serta membangun komunikasi yang sehat, saling menghormati, dan saling menguatkan demi membawa Partai Hanura Bali menjadi kekuatan politik yang semakin dicintai dan dipercaya masyarakat.***

