Denpasar – Teriknya matahari yang membakar jalanan Bali belakangan ini bukan sekadar membuat tubuh berkeringat.
Di balik panas ekstrem, ada bahaya yang diam-diam mengintai: heatstroke, serangan panas yang bisa merenggut konsentrasi bahkan kesadaran pengendara di tengah perjalanan.
Melihat ancaman ini, Astra Motor Bali hadir dengan kepedulian nyata. Melalui kampanye #Cari_Aman, mereka membagikan panduan praktis agar setiap pengendara tetap prima, fokus, dan selamat sampai tujuan.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, menegaskan berkendara di bawah terik matahari bukan sekadar soal teknik mengendalikan motor.
“Keselamatan juga tentang kesiapan fisik menghadapi lingkungan. Dengan semangat #Cari_Aman, kami ingin setiap pengendara tahu cara melindungi diri dari paparan panas berlebih,” ujarnya penuh keyakinan.
8 Tips Utama #Cari_Aman Cegah Heatstroke
– Pilih waktu berkendara: Hindari jam terik 11.00–15.00 WITA, pilih pagi atau sore.
– Gunakan perlengkapan breathable: Helm berventilasi, jaket mesh atau kain tipis agar tubuh tetap sejuk.
– Hidrasi maksimal: Minum sebelum haus, jeda tiap 30–60 menit.
– Pendinginan tubuh alami: Cooling towel di leher atau semprotkan air ke jaket.
– Istirahat berkala: Menepi di tempat teduh untuk menurunkan suhu tubuh.
– Atur pola makan: Hindari makanan berat dan alkohol.
– Gunakan sunscreen: Lindungi kulit dari UV dan cegah sunburn.
– Kenali tanda bahaya: Waspadai pusing, mual, keringat berhenti, kulit panas menyengat.
Dengan edukasi ini, Astra Motor Bali berharap setiap pengendara di Bali mampu membaca tanda bahaya di jalan raya, menjaga tubuh tetap prima, dan selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas.
Pesan utamanya sederhana namun vital: gunakan perlengkapan lengkap, patuhi aturan, dan jangan pernah lupa untuk #Cari_Aman.***

