Yogyakarta– Memasuki bulan Juni yang penuh makna, Komisi A DPRD DIY kembali menghidupkan semangat mencintai Indonesia dengan cara yang istimewa.
Mengusung momentum “Bulan Bung Karno”, DPRD DIY mengajak masyarakat untuk kembali menyelami nilai-nilai kebangsaan yang lahir dari rahim Yogyakarta.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menjelaskan bahwa bulan Juni memiliki tempat khusus dalam sejarah bangsa.
Mulai dari Hari Lahir Pancasila (1 Juni), hari lahir Bung Karno (6 Juni), hingga momen wafatnya Sang Proklamator (21 Juni). Baginya, Yogyakarta bukan sekadar kota wisata, melainkan saksi bisu sejarah revolusi kemerdekaan.
“Dulu, Jogja pernah menjadi Ibu Kota Revolusi. Tokoh-tokoh besar asal Jogja juga berperan vital dalam merumuskan Pancasila.
Semangat itulah yang ingin kita rawat lewat Perda No. 1 Tahun 2022, agar nilai-nilai Pancasila terus hidup di tengah masyarakat,” ujar Eko dalam jumpa pers, Kamis (4/6/2026).
Eko menyoroti bahwa saat ini kita tidak bisa hanya mengandalkan jalur hukum untuk menyelesaikan masalah sosial, seperti radikalisme, kejahatan jalanan, hingga tantangan ekonomi.
Menurutnya, pendekatan kebudayaan adalah kunci untuk merangkul masyarakat.
Sebagai bentuk nyata, DPRD DIY menggelar program “Sinau Pancasila” dan “Sinau Bhinneka Tunggal Ika”.
Puncaknya, sebuah perhelatan akbar bertajuk Kirab Budaya Tresno Pancasila 2026 akan digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026 mendatang.
“Kata ‘Tresno’ dipilih karena mencerminkan rasa cinta yang mendalam dan keikhlasan, seperti semangat para pendiri bangsa kita,” tambahnya.
Kirab yang dijadwalkan mulai pukul 14.30 WIB ini bakal berlangsung meriah. Ratusan peserta dari berbagai komunitas akan memadati jalanan, mulai dari marching band, bergada, seniman, hingga komunitas pegiat budaya.
Rombongan rencananya akan berjalan dari halaman Kantor DPRD DIY, menyusuri ikonik Jalan Malioboro, dan berakhir di Taman Pintar Yogyakarta.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari kalangan anak muda.
Hanan Lukita Sakti, perwakilan Purna Paskibraka 2022, berharap generasi muda bisa menjadikan Pancasila sebagai “tameng” di tengah derasnya arus informasi.
Senada dengan itu, Dimas DIY 2025, Rizky Nur Setyo Nugroho, mengajak generasi Z dan milenial untuk tidak melupakan akar sejarah.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk merawat semangat ‘Jasmerah’—Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah—agar Pancasila tetap selaras dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.
Tak hanya sebagai ruang refleksi sejarah, kirab ini juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif bagi warga lokal Yogyakarta. ***

