Tembus Rp332 Miliar, DIY Jadi ‘Jawara’ Pertumbuhan KUR Perumahan Nasional

Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut DIY sebagai wilayah dengan pertumbuhan tertinggi dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan percepatan perbaikan rumah tidak layak huni

5 Juni 2026, 06:17 WIB

Yogyakarta -Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  sukses mencatatkan lonjakan prestasi fantastis dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan percepatan perbaikan rumah tidak layak huni.

Capaian impresif ini mendapat apresiasi langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait.

Dalam acara pengarahan bersama Forkopimda se-Jawa Bali di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026), Maruarar menyebut DIY sebagai wilayah dengan pertumbuhan tertinggi dalam program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut.

DIY menjadi yang tertinggi hari ini. Terima kasih kepada Sri Sultan yang sangat aktif membantu mengembangkan daerah, sehingga program KUR perumahan ini bisa berjalan optimal,” ujar Maruarar.

Bukan sekadar angka, realisasi KUR Perumahan di DIY mencapai nilai fantastis sebesar Rp332 miliar yang menyasar 966 penerima manfaat. Dana segar ini terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara masif.

Tercatat, aliran dana tersebut terbagi ke sektor kontraktor (Rp3,7 miliar), pengembang atau developer (Rp80,3 miliar), hingga toko bangunan lokal yang meraup nilai hingga Rp61,5 miliar.

Tak hanya sektor kredit, program bedah rumah di DIY juga menunjukkan taringnya.

Jika tahun lalu hanya menyasar 105 unit, tahun ini program bedah rumah layak huni melonjak drastis hingga mencapai 2.856 unit.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengungkapkan, lonjakan permintaan hunian ini mayoritas didominasi oleh generasi muda.

Menurut Sultan, angka tersebut mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat terhadap hunian yang aman dan layak.

“Permintaan publik luar biasa. Mayoritas dari anak-anak muda. Yang tadinya hanya seratusan, sekarang permohonan sudah tembus dua ribuan,” jelas Sri Sultan.

Sultan pun menegaskan bahwa predikat “tertinggi” yang disematkan pada DIY merujuk pada laju pertumbuhan kenaikan program yang sangat progresif.

Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa DIY mampu bergerak lincah dan adaptif dalam mengonsolidasi program pusat untuk menjawab tantangan kebutuhan hunian masyarakat di daerah. ***

Berita Lainnya

Terkini