![]() |
| Peduli Pangan Desa Kota melibatkan 328 relawan dan membentuk 7 titik dapur umum untuk penuhi kebutuhan pangan 131.500 jiwa/ist. |
Jakarta – Meskipun bertepatan momentum Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada) serentak Rabu 9 Desember 2020, Peduli Pangan Desa Kota melakukan tur
dapur umum yang menghasilkan pasokan pangan untuk 131.500 jiwa di 5 kecamatan.
Krisis ketahanan pangan menjadi isu yang kembali menjadi perhatian semenjak
pandemi COVID-19. Hal ini tampak dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang menurun
sebesar 0.85% semenjak Mei 2020 (Badan Pusat Statistik).
Artinya, tingkat daya beli petani dan daya tukar produk pertanian dengan
barang dan jasa untuk dikonsumsi juga menurun. Pihak yang paling terdampak
adalah kelompok rentan, yakni orang miskin, petani dan anak-anak (Pusat
Penelitian Kependudukan Lembaga Penelitian Indonesia).
Acara bertajuk Kitchen Tour of Peduli Pangan ini dilakukan secara virtual dan
dihadiri Dede Rina sebagai Project Manager Peduli Pangan, Nugroho sebagai
relawan Peduli Pangan, serta Novrico Antoni selaku Marketing Communications
Peduli Pangan.
Secara singkat, acara ini memperlihatkan bagaimana relawan memasak di dapur
umum hingga proses distribusi secara door to door ke rumah warga penerima
manfaat.
Kali ini, tim Peduli Pangan bersama dengan Artemis Impact mengunjungi sebuah
lahan parkir sepeda motor yang dijadikan dapur umum diKecamatan Kapuk Muara,
Penjaringan, Jakarta Utara.
Keenam dapur umum yang lain terletak di Sukapura, Muara Baru Penjaringan,
Marunda Cilincing, Kalibaru Cilincing, Jatinegara Kaum, serta Bidara Cina.
Dede Rina selaku Project Manager Peduli Pangan menuturkan, semenjak pandemi
COVID-19 terjadi di Indonesia, Peduli Pangan Desa Kota menargetkan pemenuhan
pasokan pangan untuk 160.000 jiwa.
Jumlah tersebut masih menjadi target untuk tahun 2021 dengan usaha menjangkau
lebih banyak lagi relawan dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Salah satunya yakni bersama Campaign.com melalui tantangan Aksimu untuk
Perbaiki Krisis Pasokan Makanan Indonesia di aplikasi Campaign #ForChange. Anak
muda bisa turut mendukung kami dengan menyelesaikan 5 aksi sederhana yang
dikonversikan menjadi donasi.
”Didukung oleh United Way bekerja sama dengan 3M, Community Chest of Korea,
serta mitra lokal William and Lily Foundation, setiap tantangan yang berhasil
diselesaikan akan dikonversikan menjadi donasi sebesar Rp20.000,00.
Donasi ini nantinya didistribusikan dalam bentuk bantuan pangan kepada kelompok
rentan yang terdampak COVID-19.
Tantangan sosial ini masih dapat diikuti oleh anak muda melalui aplikasi
Campaign #ForChange hingga akhir tahun 2020. Nugroho sebagai salah satu relawan
Peduli Pangan menjelaskan, adanya pandemi ini membuat banyak orang terkena
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), termasuk saya sendiri.
“Adanya inisiatif Peduli Pangan ini sangat membantu untuk memenuhi pasokan
pangan bagi kelompok-kelompok rentan,” tegasnya.
Dia berharap inisiatif ini terus berjalan dan didukung oleh lebih banyak lagi
pihak. ”Per hari ini, 770 pengguna aplikasi Campaign #ForChange telah
mendukung Peduli Pangan dengan mengikuti tantangan Aksimu untuk Perbaiki
Krisis Pasokan Makanan Indonesia.
Campaign.com percaya bahwa setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab
untuk menjadikan dunia ini lebih baik.
Hingga saat ini, lebih dari 50.000 aksi telah diambil oleh anak muda
Indonesia. Selain itu, terdapat lebih dari 850 komunitas yang secara aktif
membuat kampanye sosial di aplikasi Campaign #ForChange. (rhm)

