Yogyakarta – Orang tua korban kasus kekerasan di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, menyampaikan permintaan agar masyarakat dan media tidak menampilkan wajah anak-anak mereka secara jelas.
Hal ini muncul setelah beredarnya potongan video penggerebekan yang memperlihatkan identitas visual para korban tanpa sensor.
Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh dua perwakilan orang tua, Costian (33) dan Anto (33), usai mendatangi Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Perwakilan DIY pada Rabu (29/4/2026).
Mereka berharap publik bisa lebih berempati dengan menyamarkan wajah anak-anak ketika mengunggah konten terkait kasus ini ke media sosial.
“Kami mohon dengan sangat, kalau mau mengunggah silakan, tetapi wajah anak-anak tolong diblur. Kasihan mereka, jejak digital bisa berdampak di masa depan,” ujar Costian.
Ditambahkan, tersebarnya video tanpa sensor membuat keluarga merasa tidak nyaman.
Senada, Anto menekankan pentingnya perlindungan identitas anak demi menjaga masa depan dan kesehatan mental mereka.
Ia berharap media tetap mengedepankan kode etik jurnalistik, khususnya dalam pemberitaan yang melibatkan anak di bawah umur.
“Harapan kami, teman-teman media bisa lebih bijak. Terima kasih sudah mengawal kasus ini, tapi mohon lebih berhati-hati dalam menampilkan foto anak-anak agar tidak menimbulkan gangguan psikologis di kemudian hari,” tutupnya.
Dengan demikian, orang tua korban menegaskan bahwa aspek perlindungan anak harus menjadi prioritas, baik bagi masyarakat maupun media, agar dampak jangka panjang terhadap psikologis anak dapat diminimalisir.***

