Blora – Seekor sapi Limosin dengan bobot luar biasa, mencapai 1,1 ton, mencuri perhatian warga Blora. Hewan ternak milik Surati, petani sederhana dari Dukuh Kaligandu, Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo, kini diusulkan sebagai kandidat hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto.
Kabar itu membuat Surati diliputi rasa bangga sekaligus tak percaya. Lima tahun merawat sapi dengan pakan rumput seadanya dan minuman campuran dedak, ternyata berbuah kesempatan langka: masuk seleksi kurban kepresidenan.
Di kandang Surati, empat ekor sapi Limosin tumbuh sehat. Salah satunya, si raksasa 1,1 ton, kini menjadi sorotan.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Blora, Rasmiyana, sebagaimana dikutip dari blorakab.go.id, ada kriteria ketat yang harus dipenuhi sebelum sapi tersebut benar-benar lolos verifikasi.
Sapi harus jantan, sehat, tidak cacat fisik, dan organ reproduksinya normal. Jika semua syarat terpenuhi, sapi jumbo asal Bogorejo ini akan resmi menjadi wakil Blora dalam program kurban Presiden.
Sementara itu, jelang Iduladha 2026, DP4 Blora juga tengah gencar melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Langkah ini penting untuk memastikan ternak tetap sehat dan layak dijadikan hewan kurban. Tahun ini, Blora mendapat jatah 60 ribu dosis vaksin dari APBN.
Hingga April, baru sekitar 9 ribu dosis disuntikkan, menyisakan pekerjaan besar untuk menuntaskan target sebelum akhir tahun. Dengan populasi sapi mencapai 176 ribu ekor, tantangan menjaga kesehatan ternak memang tidak ringan.
Meski begitu, kabar baiknya, kasus PMK di Blora tahun ini jauh menurun dibanding tahun lalu. Hingga April, tercatat 30 kasus tanpa ada laporan kematian. Faktor risiko masih ada, terutama dari mobilitas pedagang di pasar dan pembelian ternak baru.
Namun, dengan vaksinasi yang terus digalakkan, harapan besar muncul: Iduladha 2026 bisa berlangsung dengan hewan kurban yang sehat, termasuk sang sapi raksasa yang kini menanti verifikasi akhir. ***

