Wisuda Primakara University: 66 Persen Lulusan Sudah Bekerja Sebelum Pakai Toga

Rektor Primakara University, Made Artana, S.Kom., M.M., memaparkan berbagai capaian strategis kampus, mulai dari tingkat keterserapan lulusan hingga raihan akreditasi unggul.

25 April 2026, 15:54 WIB

DenpasarPrimakara University kembali mengukuhkan perannya sebagai pencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi.

Dalam prosesi wisuda sarjana S1 yang digelar di The Meru Sanur, Denpasar, Sabtu (25/4), Rektor Primakara University, Made Artana, S.Kom., M.M., memaparkan berbagai capaian strategis kampus, mulai dari tingkat keterserapan lulusan hingga raihan akreditasi unggul.

Tahun ini, Primakara meluluskan 165 sarjana baru. Menariknya, mayoritas dari mereka tidak perlu menunggu lama untuk memasuki dunia kerja.

Rektor Primakara University, Made Artana, S.Kom., M.M/dok.kabarnusa

Artana mengungkapkan, 66% dari total wisudawan tahun ini telah terserap di dunia kerja atau memulai usaha sendiri bahkan sebelum prosesi wisuda berlangsung.

Secara historis, angka keterserapan lulusan kita sebelum wisuda konsisten berada di kisaran 70%. Tahun ini tercatat di angka 66%.

“Ini membuktikan kompetensi mahasiswa kami diakui oleh industri sejak mereka masih di bangku kuliah,” ujar Made Artana di sela-sela acara.

Selain prestasi lulusan, Artana juga menyoroti keberhasilan tiga Program Studi (Prodi) di Primakara University yang berhasil meraih akreditasi Unggul pada tahun 2025.

Pencapaian ini disebutnya sebagai buah dari komitmen jangka panjang selama 12 tahun, bukan hasil kerja semalam.

Ia merinci perjalanan tersebut dimulai dari akreditasi C pada 2015 saat kampus baru berusia dua tahun, meningkat menjadi B pada 2020, hingga akhirnya mencapai level tertinggi pada 2025.

“Di Bali, banyak kampus yang usianya jauh lebih tua namun belum tentu mampu meraih predikat Unggul ini. Ini luar biasa susah dan butuh detail kecil yang terus diperbaiki dengan leadership yang kuat,” tegasnya.

Sebagai kampus dengan DNA Technopreneurship, Primakara terus mendorong mahasiswanya menjadi pengusaha berbasis teknologi.

Berdasarkan riset internal, saat ini sekitar 20% atau satu dari lima alumni Primakara telah memilih jalur wirausaha.

Untuk mendukung hal tersebut, kampus telah menyiapkan ekosistem yang komprehensif, mulai dari kurikulum bisnis, inkubator bisnis, hingga jejaring kuat dengan asosiasi seperti HIPMI, Kadin, hingga asosiasi pariwisata seperti PHRI dan BTB.

“Kami ingin mereka menjadi pengusaha yang punya ilmu, bukan yang sekadar ‘nyemplung’ tanpa persiapan. Di sini, kami siapkan ekosistemnya,” tambah Artana.

Menghadapi masa depan, Primakara University tengah menyiapkan langkah strategis untuk menyesuaikan kurikulum dan program studi dengan kebutuhan pasar yang berubah akibat perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Artana memberi sinyal adanya rencana pembukaan prodi baru yang sangat relevan dengan kebutuhan data dan AI. Sebaliknya, kampus juga tidak menutup kemungkinan untuk mengevaluasi atau melebur prodi yang dianggap tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman.

Menutup keterangannya, Made Artana menekankan pentingnya peran alumni dalam membesarkan institusi.

Kampus terus membangun engagement dengan memberikan ruang dan panggung bagi alumni yang sukses untuk menginspirasi adik-adik tingkat mereka.

Satu dari tiga alasan mengapa sebuah kampus menjadi besar adalah alumninya.

“Kami selalu membina dan mengekspos keberhasilan mereka, seperti salah satu alumni kami yang sukses di industri cokelat, sebagai motivasi nyata bagi mahasiswa lainnya,” pungkasnya. ***

Berita Lainnya

Terkini