Tekuni Bisnis Otodidak dari Bangli, Yuda Sale Pacu Ekspansi UMKM dan Inklusi Keuangan Lewat Dukungan KUR BRI

Pemilik Yuda Sale, I Wayan Kusuma Yudha, menceritakan perkembangan bisnisnya didasari oleh pengelolaan arus kas yang disiplin serta keberanian membaca peluang pasar.

24 Oktober 2026, 09:59 WIB

Bangli –  Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi pilar utama penggerak roda perekonomian daerah. Ketahanan bisnis UMKM ini salah satunya dibuktikan oleh I Wayan Kusuma Yudha, pemilik toko ponsel dan layanan keuangan Yuda Sale yang berlokasi di kawasan Bujangan, Kabupaten Bangli, Bali.

Berawal dari keterampilan otodidak membenahi perangkat elektronik sejak tahun 2005, usahanya kini berkembang pesat hingga mampu menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong akselerasi inklusi keuangan di pedesaan.

Titik balik perjalanan bisnis Yuda Sale terjadi pada tahun 2010 ketika Kusuma Yudha memutuskan memfokuskan usahanya pada penjualan, perbaikan (servis), serta penyediaan suku cadang ponsel.

Mengingat keterbatasan akses komponen bagi masyarakat maupun teknisi lokal di Bangli, Yuda Sale hadir mengisi ceruk pasar tersebut dengan menyediakan stok suku cadang yang lengkap dan terjangkau bagi konsumen hingga para reseller.

Pemilik Yuda Sale, I Wayan Kusuma Yudha, menceritakan perkembangan bisnisnya didasari oleh pengelolaan arus kas yang disiplin serta keberanian membaca peluang pasar.

“Saya mulai dari kecil. Modalnya dari penghasilan servis sendiri, kemudian diputar lagi untuk mengembangkan usaha,” ujar Kusuma Yudha saat mengungkapkan perjalanan awal usahanya.

Tidak berhenti pada bisnis retail dan jasa perbaikan ponsel, Kusuma Yudha melakukan diversifikasi usaha dengan menjadi Agen BRILink. Inovasi layanan ini memberikan dampak signifikan terhadap penetrasi inklusi keuangan masyarakat sekitar.

Lokasi usaha yang berada di area permukiman serta fleksibilitas jam operasional hingga malam hari menjadikan Agen BRILink Yuda Sale sebagai tumpuan transaksi mendesak warga, mulai dari pelaku usaha peternakan yang membeli pakan ternak hingga pembayaran angsuran berkala.

Melihat potensi pertumbuhan bisnis yang semakin solid, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyalurkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp500 juta dengan tenor empat tahun kepada Yuda Sale.

Suntikan modal kerja ini difokuskan untuk memperkuat ketersediaan stok barang serta mengekspansi skala operasional usaha. Saat ini, Yuda Sale telah mempekerjakan enam orang tenaga kerja lokal.

Kusuma Yudha mengapresiasi kemudahan akses permodalan perbankan yang menjadi stimulus penting bagi kemajuan UMKM di daerah.

“Akses permodalan sangat penting bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis. Harapannya ke depan BRI bisa semakin membantu usaha-usaha seperti kami agar terus berkembang,” ungkap Kusuma Yudha.

Dukungan terhadap keberlanjutan UMKM lokal ini sejalan dengan komitmen strategis perbankan nasional.

Regional CEO BRI Region 17/ Denpasar, Hery Noercahya, menegaskan  sektor UMKM memegang peranan krusial dalam penciptaan lapangan kerja baru serta pendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan.

“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang memiliki potensi untuk berkembang, disertai pendampingan dan pemanfaatan layanan perbankan yang mendukung aktivitas bisnis mereka,” kata Hery Noercahya.

Lebih lanjut, Hery mengapresiasi pola adaptasi bisnis yang diterapkan oleh Yuda Sale. Menurutnya, kombinasi antara keberanian berinvestasi pada ketersediaan stok barang serta integrasi layanan keuangan digital seperti Agen BRILink merupakan strategi tepat dalam menjaga keberlanjutan arus kas (cash flow) UMKM.

“Kisah pelaku usaha seperti Yuda Sale menunjukkan pentingnya konsistensi dalam membangun bisnis serta kemampuan membaca peluang pasar. Diversifikasi usaha, termasuk melalui pemanfaatan layanan keuangan digital, dapat menjadi salah satu cara bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat keberlanjutan bisnis,” tutur Hery.

Melalui sinergi pembiayaan KUR dan penyediaan ekosistem digital perbankan, BRI optimistis semakin banyak pelaku UMKM di Bali yang mampu naik kelas, memperkuat daya tahan ekonomi lokal, serta memberikan efek multiplier (multiplier effect) bagi kemajuan masyarakat di sekitarnya. ***

Berita Lainnya

Terkini