Literasi dan Inklusi Keuangan Bali Ungguli Angka Nasional pada SNLIK 2026, OJK Genjot Kesejahteraan Masyarakat

Berdasarkan hasil SNLIK 2026, indeks literasi keuangan nasional berada di angka 69,57%, sementara Bali mencatatkan angka yang jauh lebih tinggi yakni 78,77%.Itu

22 Agustus 2026, 05:20 WIB

DenpasarOtoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatatkan capaian positif dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026. Indeks literasi dan inklusi keuangan di wilayah Bali terbukti melampaui rata-rata nasional.

Kepala OJK Bali, Parjiman, menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi aktif.

Apresiasi tersebut ditujukan kepada Pemerintah Daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Bali, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), kalangan akademisi, serta rekan-rekan media yang konsisten mendampingi masyarakat melalui edukasi keuangan.

“Alhamdulillah, baik indeks literasi keuangan maupun indeks inklusi keuangan di Bali lebih tinggi daripada nasional,” ujar Parjiman, Sabtu (22/8/2026).

Berdasarkan hasil SNLIK 2026, indeks literasi keuangan nasional berada di angka 69,57%, sementara Bali mencatatkan angka yang jauh lebih tinggi yakni 78,77%.

Capaian ini menempatkan Pulau Dewata sebagai provinsi dengan tingkat literasi keuangan tertinggi ketiga di Indonesia, berada di bawah DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan.

Tidak hanya dari sisi literasi, kinerja inklusi keuangan di Bali juga menunjukkan performa gemilang. Indeks inklusi keuangan Provinsi Bali tercatat sebesar 96,24%, melampaui angka nasional yang berada di level 93,61%.

Melihat capaian yang impresif ini, Parjiman menegaskan bahwa OJK Bali tidak akan berhenti pada pencapaian statistik semata. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus melanjutkan berbagai program strategis guna memperluas jangkauan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat.

Langkah ini akan dijalankan melalui aliansi strategis bersama berbagai pihak demi mewujudkan masyarakat Bali yang well-literated—cakap dalam mengelola keuangan pribadi maupun produktif.

Selain itu, penguatan edukasi ini diarahkan untuk membentengi masyarakat dari berbagai risiko kejahatan finansial modern.

 Mitigasi Penipuan: Melindungi masyarakat dari bujuk rayu investasi ilegal.

 Waspada Pinjol Ilegal: Mencegah jeratan pinjaman online tanpa izin.

 Kejahatan Digital: Meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan berbasis teknologi keuangan.

“Sehingga pada gilirannya kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Matur suksma,” pungkas Parjiman. ***

Berita Lainnya

Terkini