Kemnaker Genjot Kompetensi Pemandu Gunung di NTB Lewat Pelatihan Vokasi

Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan (Stankomproglat) Kemnaker, Abdullah Qiqi Asmara, menekankan profesi pemandu gunung memegang peranan vital dalam menjamin aspek keselamatan serta kenyamanan para wisatawan selama pendakian berlangsung.

22 Agustus 2026, 05:06 WIB

Lombok Timur — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata nasional dengan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan profesional.

Langkah ini diwujudkan melalui program Tailor Made Training (TMT) khusus bagi pemandu wisata gunung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelatihan yang diselenggarakan pada 15 hingga 18 Agustus 2026 ini diikuti oleh 17 peserta yang berasal dari wilayah NTB dan berbagai daerah lainnya.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB.

Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan (Stankomproglat) Kemnaker, Abdullah Qiqi Asmara, menekankan profesi pemandu gunung memegang peranan vital dalam menjamin aspek keselamatan serta kenyamanan para wisatawan selama pendakian berlangsung.

Pemandu gunung bukan sekadar orang yang mengantarkan wisatawan menuju puncak. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan berlangsung aman,” ujar Qiqi melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Jumat (21/8/2026).

Menurut Qiqi, profesi ini menuntut kecakapan tinggi, mulai dari pemahaman karakter medan, penanganan situasi darurat, kemampuan komunikasi yang baik dengan wisatawan, hingga kesadaran terhadap aspek pelestarian lingkungan.

Seluruh elemen tersebut dirumuskan dalam kurikulum TMT yang disusun secara spesifik berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Melalui pendekatan program TMT, materi pembelajaran dirancang relevan dengan kondisi riil di kawasan pendakian. Hal ini memastikan para peserta mampu menyerap keahlian secara optimal dan langsung menerapkannya saat bertugas.

Lebih lanjut, Qiqi mengapresiasi kemitraan antara BPVP Lombok Timur dan APGI NTB sebagai wujud nyata kolaborasi lintas sektor. Ekosistem pelatihan vokasi yang melibatkan unsur pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi, serta sektor pariwisata dinilai krusial dalam melahirkan tenaga kerja berkualitas.

Dengan terselenggaranya pelatihan batch pertama ini—yang nantinya akan berlanjut ke tahap-tahap berikutnya—Kemnaker optimistis sektor pariwisata alam di NTB akan semakin maju.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) ini diharapkan tidak hanya mendongkrak profesionalisme pemandu, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pengelolaan destinasi pendakian yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.***

 

Berita Lainnya

Terkini