Wujud Nyata Inklusivitas, Pertamina Dukung Penuh Pemberdayaan Penyandang Difabel Melalui Difel Café di Denpasar

Ketua KUBE Gantari Jaya sekaligus pendiri Difel Café, I Nyoman Juniarta, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas sinergi yang terjalin dengan pihak Pertamina sejak awal perintisan kafe ini pada tahun 2023.

30 Oktober 2026, 18:54 WIB

Denpasar – Komitmen terhadap prinsip inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat kembali dibuktikan melalui kehadiran Difel Café di Graha Nawasena, Denpasar. Berkat dukungan penuh dari Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), kafe yang dikelola oleh para penyandang disabilitas ini kini menjelma menjadi ruang berkarya sekaligus simbol kemandirian ekonomi yang inspiratif.  

Ketua KUBE Gantari Jaya sekaligus pendiri Difel Café, I Nyoman Juniarta, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas sinergi yang terjalin dengan pihak Pertamina sejak awal perintisan kafe ini pada tahun 2023.

Berawal dari konsultasi dengan Dinas Sosial, Juniarta dihubungkan dengan Pertamina untuk merealisasikan impian memberdayakan teman-teman disabilitas.

“Waktu itu saya sempat minta arahan ke Dinas Sosial, lalu diarahkan untuk menghubungi Pertamina untuk CSR,” ujar Juniarta mengenang awal mula perjalanannya ditemui di Denpasar Jumat 30 Oktober 2026.

Dukungan Pertamina tidak setengah-setengah. Mulai dari penyediaan sarana prasarana, mesin, bahan baku, hingga fasilitas pelatihan menyeluruh dari para trainer profesional—baik untuk keahlian barista maupun pastry bakery—disediakan langsung demi menunjang kemampuan para peserta.

Puncaknya, Difel Café resmi diresmikan di Graha Nawasena oleh Wakil Walikota Denpasar pada 4 Desember 2023. 

Suasana difel cafe di Denpasar Bali yang dikelola para penyandang disabilitas/dok.kabarnusa

 

Nama “Difel” sendiri diambil dari singkatan Difable yang bermakna different ability (kemampuan yang berbeda). Hal ini tercermin dari komposisi pegawainya yang melibatkan ragam disabilitas, mulai dari tuna rungu/tuli, tuna netra, penyandang disabilitas fisik, autis, hingga skizofrenia.  

Juniarta menilai, keterlibatan Pertamina memberikan sentuhan emosional dan kepedulian yang luar biasa (touch heart), sehingga para penyandang disabilitas merasa dihargai dan dimanusiakan seutuhnya.

“Pertamina ini sangat luar biasa sekali dalam arti kepeduliannya, pemberdayaannya. Jadi kita sebagai disabilitas sangat ditanggapi banget, ini real karena saya ngalamin apa adanya,” tambahnya.

Hingga saat ini, bentuk dukungan Pertamina terus berlanjut dalam bentuk pendampingan berkelanjutan hingga promosi di berbagai ajang pameran dan festival skala besar, seperti Pica Fest, Denpasar Festival, SMS Fest Sanur, hingga Ignition Festival. Melalui pelatihan gelombang pertama hingga kedua, banyak alumni difabel yang kini telah mandiri, bahkan ada yang terserap bekerja di sektor perhotelan dan bidang lainnya.  

Keberadaan Difel Café di Denpasar diharapkan tidak hanya menjadi tempat usaha kuliner semata, melainkan menjadi mercusuar inspirasi bahwa inklusivitas dan ruang berkarya yang setara mampu mencetak SDM difabel yang mandiri, percaya diri, dan berdaya saing tinggi.

Salah seorang difabel yang meraih kemandirian ekonomi setelah mengikuti pelatihan barista difasilitasi Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus adalah Gede Widiasa.

Gede Widiasa penyandang disabilitas sensorik netra di Denpasar, sukses mengembangkan keahlian baru setelah mengikuti pelatihan barista profesional difasilitasi Pertamina.

Gede Widiasa mengungkapkan mengikuti pelatihan barista memberikan pengalaman baru yang sangat berharga bagi dirinya. Sebelumnya ia tidak memiliki keahlian dalam meracik kopi, namun kini ia merasa jauh lebih percaya diri (PD) untuk terjun langsung menyajikan berbagai jenis racikan kopi dalam berbagai kegiatan maupun event skala besar.

“Setelah pasca itu, saya menjadi lebih PD untuk mengikuti event, kegiatan-kegiatan yang istilahnya yang berbasis kopi… karena sudah paling tidak tahu dasarlah dulu apa dan bagaimana kopi itu disajikan, terkait dengan rasa-rasa dan kopi jenis kopi apa saja,” ujar Gede Widiasa.

Berkat keterampilan baru yang dikuasainya, Gede mengaku ada peningkatan pendapatan secara finansial, terutama ketika ia dipercaya untuk ikut serta melayani pengunjung di berbagai event pameran. Meskipun tidak terlalu masif, tambahan penghasilan dari setiap ajang pameran yang diikuti memberikan dampak positif bagi perekonomiannya.

Ke depan, Gede Widiasa memiliki rencana pribadi untuk mengembangkan usahanya secara mandiri dengan sistem takeaway. Ia berinovasi agar dapat menerima pesanan dari rumah dan memasarkan produk sajian kopi racikannya secara luas melalui platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.***

Berita Lainnya

Terkini