Denpasar – PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan dan mengoptimalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) guna mempercepat penguraian antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan.
Peningkatan antrean kendaraan yang sempat terjadi di beberapa titik sebelumnya dipicu oleh penyesuaian stok di beberapa fasilitas suplai, yang kemudian direspon perusahaan melalui langkah mitigasi terukur dan penambahan volume penyaluran harian secara signifikan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan langkah memperkuat pasokan dan mengoptimalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ini diambil untuk memastikan stabilitas ekonomi masyarakat serta kelancaran mobilitas logistik dan transportasi tetap terjaga dengan baik di Bali.
Menurutnya, manajemen fokus melakukan percepatan pasokan dari terminal energi terpadu serta mengatur skala prioritas distribusi berdasarkan volume kebutuhan riil di lapangan agar pemerataan pasokan segera tercapai.
Pihaknya memahami ketidaknyamanan masyarakat akibat antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Pertamina bergerak cepat dengan memperkuat pasokan dan mengatur distribusi secara lebih terarah agar stok di SPBU dapat segera dipulihkan.
“Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan penyaluran Pertalite berlangsung merata,” ujar Ahad Rahedi pada Kamis (28/8).
Sebagai bentuk komitmen korporasi dalam menjaga ketahanan suplai energi regional, Pertamina mencatatkan lonjakan volume penyaluran produk Pertalite menjadi 2.300 kiloliter (KL) pada Kamis (27/8).
Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 700 KL dibandingkan realisasi distribusi harian sebelumnya yang berada di kisaran 1.600 KL yang disuplai melalui Integrated Terminal (IT) Manggis dan Fuel Terminal (FT) Sanggaran.
Penguatan cadangan operasional tersebut juga ditopang oleh kedatangan armada kapal tanker yang membawa pasokan jutaan liter BBM ke Bali.
Kapal tanker MT Green Plus terjadwal membawa muatan sebanyak 22 juta liter Pertalite dan 10 juta liter Pertamax menuju IT Manggis, sementara kapal MT Lineo membawa tambahan 2,2 juta liter Pertalite menuju FT Sanggaran untuk memperkuat penetrasi suplai di jalur perkotaan.
Guna memaksimalkan efisiensi rantai pasok, FT Sanggaran di Kota Denpasar disiagakan beroperasi penuh selama 24 jam non-stop untuk mempercepat proses bongkar muat dan pemberangkatan mobil tangki ke jaringan SPBU.
Pengawasan ketat juga diberlakukan melalui pemantauan telemetri stok secara real-time guna memastikan efektivitas distribusi tepat sasaran.
Pertamina. Patra Niaga Jatimbalinus tidak hanya menambah pasokan, tetapi juga mengatur ke mana pasokan tersebut harus diprioritaskan agar dampaknya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Setelah pasokan masuk ke terminal, kami optimalkan operasional dan distribusi selama 24 jam untuk mempercepat pengisian kembali stok SPBU, khususnya di Denpasar,” pungkas Ahad Rahadi.***

