Akselerasi Persiapan Logistik dan SDM untuk Vaksinasi Covid-19

30 Oktober 2020, 05:22 WIB

Saat ini rata-rata kesiapan cold chain yang berfungsi di Indonesia
mencapai 97%./ist

Jakarta – Satgas Penanganan Covid-19 mengkonfirmasi saat ini pemerintah
sudah mempertimbangkan berbagai aspek untuk pelaksanaan vaksinasi
Covid-19,mulai dari logistik hingga sumberdaya manusia (SDM) vaksinasi.

Dari data Kementerian Kesehatan, persiapan prosedur untuk menjaga suhu vaksin
atau cold chain sudah berjalan dengan baik. Cold chain sendiri bertujuan untuk
menjaga kualitas maupun efektivitasnya.

“Saat ini rata-rata kesiapan cold chain yang berfungsi di Indonesia mencapai
97%,” ungkap Wiku saat menjawab pertanyaan media dalam perkembangan penanganan
Covid-19 sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis
(29/10/2020).

Tidak hanya itu saja, dari sisi SDM-nya terdiri dari dokter umum, dokter
spesialis, perawat dan bidan sudah dipersiapkan. Dari data Kementerian
Kesehatan juga, Wiku menyebut jumlah SDM itu yang dipersiapkan sudah ada
sebanyak 739.722 orang.

Serta vaksinator di Puskesmas dan rumah sakit sebanyak 23.145 orang. Atau
secara rasio sebesar 1 : 20 di seluruh Indonesia.

“Kami percaya bahwa vaksinasi yang sukses adalah aman dan efektif secara medis
serta diikuti persiapan penyelenggaraan yang matang. Untuk itu kami harapkan
masyarakat bersabar menanti proses vaksinasi dan tetap mematuhi protokol 3M
(memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan),” jelas Wiku.

Wiku juga menegaskan saat ini kandidat vaksin-vaksin yang ada, sedang dalam
tahap uji klinis fase 3. Untuk memastikan keamanan, efek samping dan rentang
dosis aman yang akan digunakan untuk manusia.

“Pemerintah masih menunggu hasil uji klinis fase 3, serta transfer dokumen
Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) untuk dianalisa,” tegas Wiku menjawab
pertanyaan media.

Karenanya pemerintah menekankan upaya pengembangan vaksin dilakukan secara
hati-hati dan berpedoman pada standar kesehatan. Setelah lulus uji standar
kesehatan, maka Badan POM akan mengeluarkan emergency use of authorization
atau izin untuk dapat digunakan.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 juga terus meminta pemerintah daerah
untuk terus meningkatkan upaya testing-nya (pemeriksaan). Masyarakat juga
dihimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat
apabila mengalami gejala Covid-19.

Testing juga harus dilakukan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Dan
testing juga menjadi prasyarat sebelum melakukan perjalanan menggunakan moda
transportasi tertentu sesuai kebijakan Menteri Perhubungan.

Dalam menangani pandemi ini, Wiku menambahkan, bahwa keberhasilannya
bergantung kepada seluruh elemen masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol
kesehatan yang ketat dan senantiasa menerapkan 3M.

“Semakin disiplin masyarakat patuh, maka semakin efektif penanganan pandemi
Covid-19,” pesan Wiku. (lif)

Artikel Lainnya

Terkini