Yogyakarta – Sebanyak 14 perjalanan kereta api dari dan menuju wilayah Daop 6 Yogyakarta dibatalkan pada Rabu, 29 April 2026. Keputusan ini diambil akibat proses evakuasi dan normalisasi jalur di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang menimbulkan keterlambatan masif.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan langkah tersebut merupakan rekayasa pola operasi demi keselamatan penumpang. Tim teknis hingga kini masih berupaya memulihkan kondisi jalur di lokasi terdampak.
Feni menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Menurutnya, KAI telah mengirimkan pemberitahuan melalui SMS dan WhatsApp kepada penumpang yang terdampak.
Mereka berhak mendapatkan layanan sesuai prosedur, termasuk pengembalian bea 100 persen di luar bea pesan untuk perjalanan yang dibatalkan.
Hingga pukul 06.00 WIB, tercatat 335 penumpang melakukan refund tiket melalui loket stasiun di wilayah Daop 6, meski jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar karena banyak yang memilih pembatalan secara mandiri melalui aplikasi maupun kanal lain.
Terkait target penyelesaian normalisasi jalur, Feni menjelaskan bahwa kendali operasional berada di Daop 1 Jakarta.
Ia menambahkan, data progres pemulihan mungkin tidak bisa cepat diperoleh karena tim masih fokus pada pelayanan penumpang dan pemulihan layanan.
Meski banyak perjalanan dibatalkan, KA Progo relasi Jakarta–Lempuyangan malam ini tetap beroperasi normal.
Adapun daftar KA yang dibatalkan meliputi Banyubiru (KA 267 & 268), Brantas (KA 152 & 151), Jayakarta (KA 251 & 252B), Majapahit (KA 245B & 246B), Bogowonto (KA 103B & 104B), KA Tambahan Yogyakarta–Gambir (KA 7007C & 7008C), serta Bangunkarta (KA 161 & 162).
Proses pengembalian bea dapat dilakukan hingga tujuh hari ke depan melalui loket stasiun, aplikasi Access by KAI, maupun Contact Center 121.
Feni menegaskan, KAI Daop 6 akan terus memperbarui informasi terkait penanganan dan perjalanan kereta api, yang juga bisa diakses masyarakat melalui kanal resmi KAI121.***

