Kabarnusa.com – Lantaran kedapatan mengambil pasir laut untuk kepentingan pribadi, Perbekel Deled Berawah Made Rentana digugat warganya.
Perbekel dianggap memberikan contoh yang tidak baik kepada warga sehingga mereka juga ingin mengambil pasir laut.
Sejumlah warga Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin (9/3/2015) memprotes tindakan Perbekel Rentana yang mengambil pasir laut untuk bahan ukiran tempok penyengker rumah pribadinya.
Menurut warga, Rentana mengambil pasir laut dalam ukuran yang cukup banyak di pantai Delod Berawah secara berulang-ulang sejak seminggu belakangan ini.
Warga sangat menyayangkan tindakan perbekel tersebut karena itu merupakan contoh yang tidak baik buat warga.
“Bisa saja warga yang lain ikut-ikutan mengambil pasir laut. Awalnya memang untuk kepentingan pribadi, tapi lama-lama bisa dijual,” ujar seorang warga.
Sangat disayangkan tindakan perbekel dapat berakibat pada kerusakan lingkungan. Apalagi, pesisir Delod Berawah sejak beberapa tahun belakangan ini dilanda abrasi.
“Tindakan perbekel sangat kami sayangkan karena dapat merusak lingkungan. Jangan mentang-mentang jadi perbekel seenaknya ngambil pasir laut,” imbuh warga lainnya.
Nyoman Yudi Wartono, warga Desa Delod Berawah lainnya juga menyayangkan tindakan karena merupakan contoh yang tidak baik buat warga.
“Jagan karena jabatan bisa melakukan suatu pelanggaran. Seharusnya dia bisa memberikan contoh yang baik buat warganya. Apalagi masyarakat sudah mempercayainya sebagai pemimpin,” tegas Yudi Wartono yang juga mantan anggota DPRD Jembrana ini.
Pengambilan pasir laut oleh Perbekel Delod Berawah di pantai setempat menurut Yudi Wartono, bukan dilakukan kali ini saja. Namu dulu saat dirinya menjabat sebagai anggota dewan juga pernah dilakukannya.
“Jika memang memerlukan pasir laut untuk kepentingan pribadi, seharusnya dia membeli, bukan mengambil sendiri ke pantai karena akan dicontoh oleh warga lainnya,” ungkapnya.
Perbekel Delod Berawah Made Rentana dikonfirmasi, mengakui memang dirinya yang mengambil pasir laut di pantai Delod Berawah.
Dia juga mengakui pasir laut itu untuk digunakan sebagai bahan ukiran tembok penyengker rumah pribadinya.
“Saya akui itu saya yang ngambil pasir laut. Tapi hanya sedikit, hanya dua truk dan itu tidak berdampak pada kerusakan lingkungan,” kilahnya.
Dia juga mengakui di Pantai Delod Berawah dahulu atau sekitar lima tahun lalu memang pernah ada penggalian pasir laut dan hampir semua warganya melakukan penggalian pasir laut.
“Kalaupun ada warga kami yang mau ngambil pasir laut silahkan saja sepanjang untuk kepentingan sendiri, bukan untuk dijual atau dibawa keluar desa,” terangnya.(dar)

