Surabaya -Setelah sempat menggebrak lewat “Reformasi Dibajak” pada 2025 lalu, unit rock & roll asal Surabaya, Dandelions, tampaknya belum mau mengendurkan urat saraf mereka.
Tanpa babibu, kuartet yang digawangi oleh Njet.s (vokal), Daniel (bass), Qobus (gitar), dan Rafzan (drum) ini langsung tancap gas kembali ke dapur rekaman.
Hasilnya? Sebuah single terbaru bertajuk “Hangover” resmi dilepas ke publik sejak 27 Mei 2026.
Usut punya usut, “Hangover” didapuk sebagai peluru ke-5 untuk menyambut kantung album mendatang mereka yang diberi judul Kanan.
Menariknya, album ini rencananya bakal dirilis dalam format fisik yang cukup nostalgik: kaset pita! Tentu saja, amunisi terbaru ini masih lahir dari rahim label andalan mereka, Shockss Record.
Secara narasi, “Hangover” menangkap potret seseorang yang sedang “tinggi” dan terbuai mimpi menjadi seorang bintang rock, persis seperti potongan liriknya yang gamblang: “Mimpi jadi Rock Star”.
Secara musikalitas, Dandelions tetap setia pada jalurnya. Mereka mengawinkan blues dan rock & roll mentah khas Surabaya dengan penulisan lirik yang ringan. Namun, ada yang spesial kali ini.
Gaya vokal Njet.s yang selengean justru melebur apik dengan tarikan suara lembut dari dua penyanyi latar, Mariska Setiawan dan Maria Angeladhani. Kontras ini sukses membuat “Hangover” terasa begitu hangat di telinga.
Di balik nuansa rock & roll yang penuh euforia dan ugal-ugalan, lagu ini sebenarnya menyimpan sebuah pertanyaan reflektif:
Apakah kita benar-benar siap membayar harga dan menanggung risiko demi mewujudkan mimpi besar? Sebuah ajakan bagi pendengar untuk tetap berani melangkah, meski tahu ada pengorbanan yang menanti di depan.
Urusan dapur produksi pun tidak main-main. Diproduseri secara mandiri oleh Dandelions, proses rekaman “Hangover” bertempat di studio Nada Musika dan dipoles lewat mixing ciamik dari Edi Hazt.
Sementara untuk urusan mastering, Dandelions berhasil menggaet sosok legendaris Indra Qadarsih.
Kibordis BIP sekaligus eks-personel Slank ini tampaknya punya kedekatan khusus dengan Dandelions, mengingat ia juga sempat mengisi instrumen kibor di single “Story Biru” sebelumnya.
Beralih ke departemen visual, Dandelions kembali mempercayakan pengerjaan artwork kepada Rahmat Dwi Septian. Desainer grafis kenamaan Surabaya ini bukanlah orang baru, sebab ia adalah sosok di balik megahnya sampul mini album pertama Dandelions dulu.***

