Arkeologi dan Sejarah UGM Tembus Daftar 151–200 Besar Dunia

FIB UGM akan terus berupaya menjadi pusat unggulan dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya di tingkat internasional

18 April 2026, 18:41 WIB

Yogyakarta – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026, empat program studi FIB berhasil masuk jajaran 151–200 besar dunia.

Program studi tersebut adalah Arkeologi, Bahasa dan Sastra Inggris, Sejarah, serta Bahasa Modern. Khusus Arkeologi dan Sejarah, UGM menjadi satu-satunya kampus di Indonesia yang berhasil menembus daftar bergengsi ini.

Bahasa dan Sastra Inggris UGM bahkan menempati posisi pertama di Indonesia, mengungguli Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga.

Sementara itu, untuk Bahasa Modern, UGM berada di posisi kedua nasional, tepat di bawah UI.

Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., menyebut capaian ini sebagai buah dari komitmen menjaga mutu tridarma perguruan tinggi.

Ia menambahkan, sebelumnya prodi Antropologi juga sudah menorehkan prestasi dengan masuk peringkat 51–100 dunia.

“Capaian internasional ini tentu membanggakan. Bukan hanya untuk UGM, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh sivitas akademika,” ujar Setiadi, Jumat 17 April 2026.

Menurutnya, ekosistem akademik yang produktif dan reputasi alumni menjadi faktor penting.

Ia menekankan bahwa peringkat bukan sekadar angka, melainkan dorongan untuk terus berinovasi.

Saat ini, FIB UGM tengah mendorong riset agar memberi dampak nyata melalui pendekatan digital humanities dan isu keberlanjutan.

Fakultas juga mendukung dosen lewat Program Percepatan Publikasi Ilmiah serta memperkuat atmosfer internasional lewat forum global seperti Festival Internasional Berbahasa dan Berbudaya Indonesia (FIBBI).

“Ke depan, kami ingin hasil riset tidak hanya hadir dalam publikasi ilmiah, tetapi juga dalam bentuk karya budaya yang bisa dinikmati masyarakat,” tambahnya.

Setiadi berharap prestasi ini menjadi energi kolektif untuk terus konsisten berinovasi.

Harapannya, capaian ini menginspirasi kita semua untuk berkarya dengan semangat kebersamaan.

FIB UGM akan terus berupaya menjadi pusat unggulan dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya di tingkat internasional,” pungkasnya.***

Berita Lainnya

Terkini