Wagub Giri Prasta Tegaskan Harmoni Nyama Selam Candikuning Wujudkan Bali Lestari

Wagub Giri Prasta menegaskan merawat dan menjaga Bali tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat Muslim yang menetap di Desa Candikuning Tabanan

12 April 2026, 07:10 WIB

Tabanan– Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri *Ketog Semprong Festival* yang digelar oleh komunitas Nyama Selam Candikuning di Kebun Raya Eka Karya Bedugul, Sabtu (11/4/2026).

Dalam sambutannya, ia menegaskan merawat dan menjaga Bali merupakan tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat Muslim yang secara turun-temurun menetap di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan.

Giri Prasta menyinggung salah satu versi sejarah nama Bedugul yang diyakini berasal dari gabungan kata bedug dan kulkul, sebagai simbol harmoni antarumat beragama.

Ia mengapresiasi semangat Nyama Selam Candikuning dalam menjaga toleransi melalui pelaksanaan Ketog Semprong Festival, yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi  Nangun Sat Kerthi Loka Bali/karena mencakup nilai-nilai Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, hingga Jagat Kerthi.

Ia berkomitmen memasukkan festival tersebut ke dalam kalender resmi Pemerintah Provinsi Bali agar dapat dilaksanakan rutin setiap tahun, dengan dukungan pendanaan dari pemerintah daerah.

Sebagai bentuk dukungan, Wagub Giri Prasta menyerahkan sumbangan pribadi sebesar Rp50 juta dan berpesan agar masyarakat Candikuning terus menjaga kelestarian kawasan Bedugul demi generasi mendatang.

Festival ini turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, serta Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. Adi Wiryatama menilai *Ketog Semprong Festival* yang bertepatan dengan Lebaran Ketupat sebagai kegiatan unik dan patut dilestarikan.

Sementara itu, Made Dirga menekankan bahwa Candikuning merupakan simbol kerukunan dan toleransi, sehingga festival ini layak dijadikan ajang promosi sekaligus pelestarian budaya lokal.

Perwakilan Kampung Islam Candikuning, Ariel Dimitri Azkacetta, menjelaskan *Ketog Semprong* merupakan kearifan lokal untuk mempererat silaturahmi dan kerukunan.

Ia menambahkan, kegiatan ini mencerminkan semangat *menyama braya* antara Nyama Selam dan Nyama Bali, yang ditunjukkan melalui penampilan kesenian Bali dalam setiap penyelenggaraan.

Festival ditutup dengan ajakan agar masyarakat Candikuning senantiasa menjaga kerukunan demi mendukung kondusivitas Bedugul sebagai destinasi wisata unggulan. ***

Berita Lainnya

Terkini