Prints in Motion: Pameran Seni Cetak Kontemporer di Labyrinth Art Gallery, Nuanu

Prints in Motion pameran terbaru hasil kolaborasi dengan Devfto Printmaking Institute di Nuanu menampilkan karya 27 seniman dari lima negara

12 April 2026, 18:50 WIB

Tabanan -Labyrinth Art Gallery, Nuanu Creative City menghadirkan Prints in Motion, sebuah pameran terbaru hasil kolaborasi dengan Devfto Printmaking Institute yang berlangsung hingga 26 Mei 2026.

Pameran ini menampilkan karya 27 seniman dari lima negara—Indonesia, Prancis, Rusia, Swiss, dan Inggris—seraya menyoroti dinamika seni cetak kontemporer yang terus berkembang di Bali.

Lebih dari sekadar reproduksi, Prints in Motion menempatkan printmaking sebagai medium yang membuka ruang penciptaan, eksplorasi, dan pendekatan formal.

Teknik tradisional seperti relief, intaglio, dan litografi dipertemukan dengan metode alternatif serta lintas media, memperlihatkan bagaimana batas antara praktik manual dan eksperimental semakin cair.

Deretan seniman yang terlibat—antara lain Alisa Alisova, Aryatama Nugraha, Cecil Mariani, Eddie Hara, Nyoman Erawan, Ugo Untoro, hingga Wayan Upadana—menunjukkan keragaman perspektif sekaligus fleksibilitas printmaking dalam merespons perkembangan seni kontemporer.

Yang menarik dari pameran ini adalah kesempatan memberi ruang bagi medium yang sering dianggap sekadar teknik.

“Printmaking di sini justru hadir sebagai proses, eksperimen, disiplin, sekaligus kejutan,” ujar Kelsang Dolma, Gallery Director Labyrinth Art Gallery.

Selain menampilkan karya, pameran ini juga menekankan pentingnya praktik kolektif. Studio menjadi ruang dialog yang mendorong pertukaran ide dan eksplorasi teknik, bukan sekadar tempat produksi.

Devy Ferdianto, Founder Devfto Printmaking Institute, menambahkan: “Printmaking membutuhkan ruang terbuka agar seniman dapat terus belajar dan bereksperimen di luar pendidikan formal. Itulah semangat Devfto di Bali.”

Melalui Prints in Motion, Labyrinth Art Gallery menegaskan komitmennya menghadirkan pameran yang tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga mengangkat proses kreatif di baliknya.

Pameran ini sekaligus memperkaya lanskap budaya Bali dengan membuka ruang interaksi aktif antara seniman dan publik. ***

Berita Lainnya

Terkini