ASUS ExpertBook Ultra Dobrak Pasar Laptop Bisnis, Usung NPU 50 TOPS dan Layar Tandem OLED

ASUS ExpertBook Ultra sebagai The Flagship of the Industry, sebuah standar baru dalam kategori laptop bisnis terbaik yang dirancang untuk mendominasi pasar sekaligus meruntuhkan dominasi para kompetitor di kelasnya.

30 Juli 2026, 14:21 WIB

Denpasar – Di tengah dinamika bisnis modern yang bergerak cepat, pemilihan perangkat komputasi kini telah bertransformasi menjadi sebuah investasi strategis bagi keberlangsungan perusahaan. Menjawab kebutuhan tersebut, ASUS secara resmi memperkenalkan ASUS ExpertBook Ultra sebagai The Flagship of the Industry, sebuah standar baru dalam kategori laptop bisnis terbaik yang dirancang untuk mendominasi pasar sekaligus meruntuhkan dominasi para kompetitor di kelasnya.

Perangkat flagship ini diposisikan untuk mengungguli sejumlah produk papan atas seperti Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, hingga Apple MacBook Air M4 13 inci.

Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra dipersenjatai oleh prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit (NPU). Kombinasi ini diklaim mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS).

Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, mengungkapkan langkah ASUS untuk langsung mengadopsi teknologi mutakhir ini memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan di pasaran Indonesia.

“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” ujar Eric Khoven dalam keterangannya.

Ia menambahkan, saat ini produk-produk flagship kompetitor di pasaran Indonesia umumnya masih mengandalkan Intel Core Ultra 7 Series 2 yang menghasilkan performa AI NPU hingga 48 TOPS. Keunggulan ini membuat ExpertBook Ultra sangat tangguh dalam menghadapi skenario multitasking korporat yang berat.

“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah. Saat mengaktifkan notulen otomatis berbasis AI, efisiensi chip yang digunakan juga sangat terasa,” jelas Eric.

Lebih lanjut, melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, proses transkripsi, penerjemahan bahasa, dan optimasi kamera web berjalan sepenuhnya di dalam NPU.

Hal ini menjaga suhu perangkat tetap dingin, tidak menguras daya baterai utama, serta mengungguli kekuatan pemrosesan AI lokal dari produk kompetitor.

Perangkat ini juga dilengkapi tools Zenni Claw yang mendukung agentic AI baik secara lokal maupun cloud dengan terhubung ke Anthropic, OpenAI, atau Google Gemini.

Dari sisi mobilitas luar ruangan, ASUS ExpertBook Ultra menghadirkan terobosan lewat penggunaan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits.

“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung. ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits,” papar Eric.

Teknologi Tandem OLED ini memastikan dokumen hukum, grafik finansial, maupun teks presentasi tetap terlihat tajam tanpa gangguan refleksi cahaya matahari.

“Keberanian ASUS membawa teknologi Tandem OLED ke dalam segmen laptop kerja merupakan lompatan industri yang masif. Teknologi ini tidak hanya menggandakan kecerahan tetapi juga memperpanjang usia pakai panel secara drastis dari risiko burn-in yang sering menghantui layar OLED konvensional,” imbuhnya.

Memiliki bobot 1,1 kg, sasis ASUS ExpertBook Ultra telah dibalut material premium yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H. Perangkat ini dirancang mampu menahan beban tekanan hingga 100 kg tanpa mengorbankan estetika.

“Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100Kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis. Dari pengalaman, banyak laptop yang mengalami kerusakan bukan akibat terjatuh atau terinjak, melainkan akibat dimasukkan ke dalam tas yang padat,” klaim Eric.

Tidak hanya tangguh secara fisik, kepemimpinan industri perangkat ini turut dipertegas oleh sistem proteksi ASUS ExpertGuardian bersertifikasi NIST Level-4. Sistem ini memberikan enkripsi data berlapis di level perangkat keras (hardware).

Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” tegas Eric.

Dengan kombinasi layar Tandem OLED tercerah, keamanan kelas militer bersertifikasi tinggi, serta kekuatan pemrosesan AI 50 TOPS, ASUS ExpertBook Ultra hadir sebagai perangkat flagship sejati untuk mengawal produktivitas para pemimpin industri serta profesional modern di era agentic, on-device AI. ***

Berita Lainnya

Terkini