Bali Berkesempatan Promosi Pariwisata Berbasis Pengurangan Risiko Bencana di Forum PBB

1 Oktober 2020, 22:17 WIB

Denpasar – Sebagai tempat penyelenggaraan Global Platform for Disaster
Risk Reduction (GPDRR) yang bakal digelar tahun 2022 Bali bisa memanfaatkan
ajang itu untuk mempromosikan pariwisata berbasis pengurangan risiko bendana.

Ajang bertaraf internasional ini diharapkan dapat menjadi momen promosi bagi
Bali sebagai pariwisata aman bencana di mata dunia.

Deputi Bidang Sisban Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Wisnu Widjaja bertemu Gubernur Bali Wayan Koster yang datang secara khusus
untuk membahas event tersebut, di Jayasabha, Denpasar, Kamis (1/10/2020).

Bali terus berupaya menerapkan apa yang menjadi rekomendasi dari pemerintah
pusat terkait pariwisata aman bencana, termasuk dalam menghadapi kondisi
terkini menyangkut penanggulangan pandemi COVID-19.

“Saat ini Bali masih berada dalam kawasan zona merah. Namun kami terus
memperketat peraturan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat,” jelas
Gubernur yang sebelumnya menjabat anggota DPR RI tiga periode ini.

Koster berharap dengan bentuk sinergi dari pemerintah daerah dan kedisiplinan
masyarakat, Provinsi Bali dapat terus menekan potensi penularan COVID-19.
Sehingga Bali dapat siap dan aman dalam menyelenggarakan kegiatan GPDRR tahun
2022.

Deputi Bidang Sisban Strategi BNPB Wisnu Widjaja mengatakan terpilihnya
Indonesia khususnya Bali sebagai tuan rumah penyelenggara GPDRR 2022 ini,
dapat menjadi ruang bagi pemerintah Indonesia dan Provinsi Bali untuk lebih
mempromosikan pariwisata berbasis pengurangan risiko bencana di kancah
internasional.

“Menjadi suatu kehormatan bagi Indonesia, terutama Bali sebagai tuan rumah
kegiatan GPDRR pada tahun 2022 mendatang. Kegiatan ini dapat menjadi ajang
promosi pariwisata Bali di kancah internasional,” ungkap Wisnu Widjaja.

Adapun GPDRR merupakan forum multi-pemangku kepentingan dua tahunan yang
dibentuk oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meninjau kemajuan,
berbagi pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan dan tren terbaru dalam
pengurangan risiko bencana.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang ini diperkirakan akan
dihadiri oleh 182 negara yang terdiri dari pejabat tinggi pemerintah, lembaga
nonpemerintah, akademisi, sektor wisata dan media. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini