Serikat Buruh DIY Resmi Putus Hubungan dengan Partai Buruh, Fokus Kembali ke Jalur Independen

Ketua Partai Buruh DIY, Ferry Muzzani, mengungkapkan  para buruh akan mengalihkan energi perjuangan mereka ke Organisasi Rakyat Indonesia (ORI).

6 Juli 2026, 14:19 WIB

Yogyakarta– Kabar mengejutkan datang dari kancah pergerakan buruh di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY secara resmi menyatakan keluar dari Partai Buruh dan mencabut seluruh dukungan mereka.

Keputusan besar ini diambil melalui rapat konsolidasi di Gedung Pertemuan AJB Bumiputera 1912, Kota Yogyakarta, pada Minggu (5/7/2026).

Tidak hanya dukungan, seluruh pengurus serikat buruh di bawah naungan MPBI DIY juga kompak mengundurkan diri dari kepengurusan partai.

Ketua MPBI DIY, Irsad Ade Irawan, menjelaskan langkah ini diambil demi menjaga ‘marwah ‘gerakan buruh agar tetap independen. Ada beberapa alasan utama di balik keretakan hubungan ini:

Irsad menilai belum ada kebijakan pemerintah, bahkan setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan buruh.

Formula penetapan upah yang dianggap masih menggunakan cara lama dan aturan outsourcing menjadi sorotan utama.

Inkonsistensi Partai: Pihak MPBI merasa ada pergeseran arah ideologis di Partai Buruh pusat.

Mereka menyayangkan sikap partai yang dinilai mulai melunak terhadap kebijakan yang seharusnya mereka lawan, seperti UU Cipta Kerja.

Masalah Internal: Kejadian seperti pembatalan aksi May Day di Monas beberapa waktu lalu menjadi salah satu pemicu kekecewaan internal yang cukup dalam.

Mundurnya MPBI dipastikan akan memengaruhi basis suara Partai Buruh di DIY secara signifikan.

Irsad menegaskan ke depan, anggota serikat pekerja tidak akan lagi diarahkan untuk memilih partai tersebut dalam kontestasi politik.

Ketua Partai Buruh DIY, Ferry Muzzani, mengungkapkan  para buruh akan mengalihkan energi perjuangan mereka ke Organisasi Rakyat Indonesia (ORI).

Organisasi kemasyarakatan yang dipimpin oleh Andi Gani Nena Wea ini akan menjadi wadah baru bagi buruh, tani, dan nelayan.

“Mari kita lanjutkan perjuangan melalui wadah ORI. Kita akan fokus pada advokasi, kepedulian sosial, lingkungan, serta kerja-kerja politik lainnya tanpa harus terikat langsung sebagai partai politik untuk saat ini,” tutup Ferry.

Dengan langkah ini, gerakan buruh di DIY memilih untuk kembali ke akarnya: bergerak secara independen demi memperjuangkan hak-hak pekerja di luar sistem kepartaian. ***

Berita Lainnya

Terkini